Fran Kirby Akui Kerap Dapat Body Shaming, Emma Hayes: Kadang Orang Emang Jahat
·waktu baca 2 menit

Manager Chelsea, Emma Hayes, memberikan dukungan kepada salah satu pemainnya yang kerap menghadapi persoalan body shaming dari publik. Baginya, bagaimana Fran Kirby secara terbuka mengungkapkan masalah yang ia hadapi dan berbagi kepada perempuan lain yang menghadapi masalah serupa adalah sesuatu yang berani.
Dalam video dokumenter yang diunggah Chelsea dalam akun resmi YouTube-nya, Kirby menyatakan bahwa ia kerap dihina gendut oleh banyak akun troll.
“Fran, mengapa kamu memakai jaket?” tanya seseorang di belakang kamera.
“Karena aku dipanggil gendut terus, jadi aku harus menutupinya (dengan jaket),” kata Kirby.
Video bertajuk Nothing Stops Us itu kemudian menjadi banyak perbincangan di media sosial. Penggemar Kirby dan penyuka sepak bola wanita secara umum mendukungnya, menyebut umpatan-umpatan yang menghina bentuk fisik tersebut tak bisa dibenarkan.
Hayes juga mengatakan hal yang sama, dengan menyebut bahwa ia tak setuju kalau “sepak bola wanita perlu ada tes komposisi tubuh” kepada para atlet. Fokus Hayes ditujukan pada media, yang menurutnya perlu hati-hati soal kerentanan atlet soal isu-isu tertentu dan menekankan bahwa isu body shaming adalah sesuatu yang serius.
“Para pemain merasakannya, dan saya bangga Fran telah mengatakan hal itu. Karena sebagai perempuan, kami selalu dituntut untuk tampil dengan standar tertentu,” ujar Hayes.
Ini, menurutnya, bertentangan dengan kebutuhan tenaga yang besar dari seorang atlet.
“Untuk tampil bagus, kamu perlu makan karbohidrat plus pola makan yang sehat. Tak cuma di sepak bola wanita, ada permasalahan di olahraga terkait underfueling dan underloading. Belum lagi dengan tuntutan untuk tampil dengan standar penampilan tertentu dan sinisme media sosial,” ujar Hayes.
“Maka, aku harap orang hati-hati sebab mereka bisa saja merusak hidup orang lain (dengan komentarnya). Fran jelas jadi korban di hal itu. Kadang orang memang jahat, tapi kurasa kamu memang perlu jadi tebal muka di pekerjaan ini,” ujar Hayes.
