Kumparan Logo

Poin Kanada Dikurangi 6 di Olimpiade karena Insiden Drone Mata-Mata

kumparanBOLANITA

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Timnas Wanita Kanada. Foto: Instagram/@canadasoccer
zoom-in-whitePerbesar
Timnas Wanita Kanada. Foto: Instagram/@canadasoccer

Insiden mata-mata yang dilakukan ofisial Timnas Wanita Kanada terhadap Selandia Baru berbuntut panjang. Imbasnya tak cuma ke pelatih Kanada, Beverly Priestman, yang harus absen di sepanjang Olimpiade Paris 2024, tapi juga kepada pemain The Canucks—julukan Timnas Wanita Kanada. Poin mereka di perhelatan akbar empat tahunan itu dikurangi sebanyak enam poin.

Saat ini, Kanada berada di urutan kedua dalam klasemen Grup A sepak bola wanita Olimpiade Paris 2024. Mereka mengumpulkan tiga poin setelah menang 2-1 atas Selandia Baru pada laga perdana yang digelar di St Etienne, Prancis, pada Kamis (25/7) kemarin.

Namun sayang, karena ulah dua staf mereka, yakni Jasmine Mander (asisten pelatih) dan Joey Lombardi (tim analis), pemain The Canucks yang tak terlibat dalam kasus ini jadi ikut kena imbasnya. Padahal, Kanada berambisi untuk mempertahankan gelar juara.

Keputusan pengurangan poin ini diambil setelah Badan Sepak Bola Internasional, FIFA, mengatakan bahwa penggunaan drone atau pesawat nir awak yang dilakukan tim ofisial Kanada adalah sebuah pelanggaran.

“CSA dinyatakan bertanggung jawab karena gagal mematuhi peraturan FIFA yang berlaku sehubungan dengan kegagalannya memastikan kepatuhan para pejabatnya yang berpartisipasi dalam OFT (turnamen sepak bola Olimpiade) dengan larangan menerbangkan drone di atas lokasi latihan mana pun,” bunyi pernyataan FIFA, dikutip dari The Guardian pada Sabtu (26/7).

“Para pejabat tersebut dinyatakan bertanggung jawab atas perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip-prinsip fair play sehubungan dengan penggunaan drone oleh tim perwakilan wanita di CSA (Canada Soccer Association) dalam lingkup turnamen sepak bola Olimpiade,” lanjutnya.

FIFA dan CSA telah melakukan penyelidikan terhadap Beverly Priestman yang pada beberapa waktu lalu mengaku tak tahu menahu dengan insiden mata-mata yang dilakukan oleh dua stafnya. Namun setelah diselidiki, pelatih berusia 38 tahun itu kemungkinan besar berbohong soal pernyataannya.

“Saya telah melihat beberapa informasi yang mereka miliki, dan kami sendiri mengumpulkan beberapa informasi tambahan yang membuat saya menyimpulkan bahwa dia (Priestman) kemungkinan besar mengetahui insiden ini,” kata David Shoemaker, Kepala Eksekutif Komite Olimpiade Kanada (COC), dalam sesi konferensi pers, Jumat (26/7).

Karena fakta baru tersebut, Priestman, yang tadinya hanya absen di laga perdana vs Selandia Baru, menjadi tak boleh mendampingi anak asuhnya di sepanjang gelaran Olimpiade Paris 2024.

Namun kini, statusnya berubah lagi. Oleh FIFA, Priestman dan dua stafnya dilaporkan diskorsing dari sepak bola selama satu tahun. Tak cuma itu, federasi mereka (CSA) juga didenda sebanyak 175 ribu paun atau sekitar Rp3,6 miliar.

kumparan post embed

CSA dapat mengajukan banding terhadap keputusan FIFA melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga. Kepala eksekutif CSA, Kevin Blue, dan kepala eksekutif Komite Olimpiade Kanada (COC), David Shoemaker, mengatakan bahwa banding sedang dipertimbangkan.

“Kami telah menjajaki opsi untuk mengajukan banding atas dasar bahwa hukuman tersebut terlalu berat bagi para pemain Timnas Wanita kami yang tidak terlibat dalam perilaku tidak etis atau apa pun itu,” ucap Blue.

Shoemaker menambahkan: “Kami merasa kasihan kepada para atlet di Tim Sepak Bola Wanita Olimpiade Kanada yang sejauh pemahaman kami tidak berperan apa pun dalam masalah ini."

Meskipun poinnya dikurangi, bukan berarti sang juara bertahan itu tersingkir dari turnamen ini. Mereka masih punya peluang lolos dari fase grup asalkan menang di dua laga sisa, yakni melawan Prancis dan Kolombia—Saat ini, poin mereka minus tiga.

The Canucks akan menghadapi Prancis, yang saat ini jadi juara Grup A, pada Minggu (28/7) malam nanti. Empat hari setelahnya, yakni Kamis (1/8), mereka akan bersua Kolombia.

instagram embed