Positive Vibes di Timnas Wanita, Zahra Muzdalifah: Aku Nggak Suka Senioritas!
·waktu baca 2 menit

Meski masuk dalam jajaran pemain senior Timnas Wanita Indonesia, striker Zahra Muzdalifah mengaku tak suka dengan senioritas. Ia bilang, asal punya kemampuan yang baik, semua pemain punya kesempatan dan diperlakukan dengan setara.
Dalam laga vs Singapura pada Selasa (28/5) kemarin, Satoru Mochizuki, pelatih Timnas Wanita Indonesia, menggabungkan pemain senior dengan beberapa pemain muda seperti Claudia Scheunemann dan Nabila Divany. Kedua pemain tersebut masih berusia di bawah 17 tahun.
Meskipun ada gap usia, Zahra menjamin tak ada gap dalam keseharian dan komunikasi antarpemain. Senioritas tak ada dalam kamus pemain Cerezo Osaka Ladies itu.
“Oh, nggak ada (gap senior-junior). Aku paling nggak suka banget namanya senioritas. Mau kamu muda atau tua, kalau kamu punya kemampuan, kita sama-sama bareng,” ujar Zahra usai pertandingan Indonesia vs Singapura di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5).
Hal senada juga dituturkan oleh gelandang Garuda Pertiwi, Helsya Maeisyaroh. Pemain Ryukyu Sakura FC itu menanggapi soal komposisi tim racikan sang pelatih yang menggabungkan pemain senior dan junior di laga kontra Singapura.
“Kalau menurut aku yang sekarang tuh nggak ngebedain yang senior atau junior. Kalau di lapangan kita semua satu tim, kita semua satu Indonesia. Untungnya kita bisa cepat bekerja sama juga. Aku sangat-sangat bangga sama tim ini,” ungkap Helsya kepada awak media.
Momen tak adanya kesenjangan antara pemain dan junior terlihat di laga Indonesia vs Singapura. Kala itu, dua pemain yang lebih senior yakni Shafira Ika dan Zahra Muzdalifah, mendorong dan menyemangati Claudia yang masih berusia 15 tahun untuk melakukan tendangan penalti.
“Pas mau nendang penalti, kan Clau yang dapet penalti. Awalnya mau kasih ke Shafira Ika karena dia kapten, kan. Tapi sama Shafira & Zahmuz (Zahra Muzdalifah) suruh mentalnya kuat terus tendang,” kata Claudia di sesi konferensi pers usai laga vs Singapura.
Komentar Zahra menguatkan cerita Claudia. Ia bilang bahwa pemain muda seperti Claudia dan yang lainnya perlu lebih banyak pengalaman agar mentalnya semakin berkembang.
“Biar mentalnya anak kecil ini makin naik ke depannya. Kita (pemain) senior udah biasa kan. Anak-anak muda ini mentalnya biar ke depannya makin gagah,” ucap Zahra pasca-pertandingan vs Singapura.
Zahra termasuk dalam jajaran pemain senior. Ia sudah tampil membela Tim Merah-Putih sejak 2018 lalu, yang pada saat itu masih berusia 17 tahun.
