Salma Paralluelo, Penyelamat Spanyol yang Punya Segudang Medali Atletik
·waktu baca 5 menit

Bagai mendapat durian runtuh.
Mungkin seperti itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan situasi Salma Paralluelo saat ini. Bagaimana tidak, timnya, Spanyol, berhasil merengkuh gelar juara dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah. Tak hanya itu, Paralluello juga terpilih menjadi pemain muda terbaik di Piala Dunia Wanita 2023.
Tentu ini adalah capaian yang luar biasa bagi La Roja. Mereka baru mengikuti turnamen ini tiga kali, finis sebagai juru kunci grup saat Piala Dunia Wanita 2015 dan gugur di 16 besar dalam Piala Dunia Wanita 2019 dari Amerika Serikat. Kini, mereka berhasil juara di Piala Dunia Wanita 2023 dan Salma jadi salah satu kuncinya.
Catatan ini mengesankan, sebab, sampai 2022 lalu, Paralluelo masih secara aktif melakoni dua olahraga berbarengan: lari atletik dan sepak bola.
Lantas, bagaimana perjalanan hidup Salma Paralluelo di Timnas Spanyol hingga bisa terpilih menjadi pemain muda terbaik di Piala Dunia Wanita 2023? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Gondol Banyak Medali di Kejuaraan Atletik Eropa
Salma Paralluelo lahir di Zaragoza, Spanyol, pada 13 November 2003. Perempuan yang kini berumur 19 tahun itu memiliki latar belakang etnis yang beragam. Ayahnya, Jaime Paralluelo, adalah orang asli Spanyol. Sementara sang ibu, Diosdada Anyingono, memiliki keturunan Fang dari Guinea Khatulistiwa.
Mengutip berbagai sumber, Salma Parulluelo memulai kariernya sebagai pelari sejak ia masih kecil. Kemudian, Paralluelo bergabung dengan klub Atletik San Jose di Zaragoza, Spanyol. Tak lama setelah itu, ia memutuskan untuk pindah ke klub yang masih ada di wilayahnya, Scorpio-71.
Pada 2019, tepat ketika usia Paralluelo masih 15 tahun, ia berhasil menggondol medali pertamanya, perunggu, dalam lari 400 meter di European Athletics Indoor Championship 2019 dengan catatan 53,83 detik. Torehan membanggakan itu membuat Paralluelo menjadi atlet termuda kedua sepanjang sejarah yang melakukannya setelah Kjersti Tysses–Race Walker asal Norwegia.
Setelah itu, di European Athletics Outdoor Championship 2019, Paralluelo berhasil mencatatkan waktu 57,43 detik di kategori lari gawang 400 meter. Hasil tersebut membuatnya lolos ke European Youth Summer Olympic Festival 2019, turnamen saat Paralluelo sukses menyabet dua medali emas di nomor lari gawang 400 meter dengan catatan waktu 57,95 detik.
Pilih Sepak Bola Daripada Atletik
Unggul di cabor atletik tak membuat kemampuan Paralluelo dalam mengolah Si Kulit Bundar menjadi tumpul. Setahun sebelum ia berhasil menyabet beberapa medali atletik, nama Paralluelo masuk dalam skuad Timnas Spanyol U-17.
Di sana, ia dan timnya berhasil membawa pulang dua trofi berbeda di tahun yang sama: UEFA Women’s U-17 Championship 2018 dan Piala Dunia Wanita U-17 2018.
Pada tahun 2019, Paralluelo kemudian menandatangani kontrak dengan klub lokal, Villarreal. Namun di tengah-tengah kariernya bersama Kapal Selam Kuning, ia mengalami cedera ACL di lutut kirinya.
Usai pemulihan, Paralluelo pun bergabung kembali bersama Villarreal untuk melakoni sejumlah laga. Hingga pada akhirnya, gol spektakuler Paralluelo kala mereka bersua Barcelona pada April 2022 membuatnya dianugerahi Penghargaan Puskas 2022 sebagai pecetak gol terbaik dan mendorong Barcelona untuk mengontrak Paralluelo.
Tawaran yang diajukan Barcelona ternyata memaksa Paralluelo dihadapkan oleh dua pilihan sulit: memilih sepak bola dan menjadi profesional atau tetap di atletik.
Tapi ternyata, kecintaannya terhadap Si Kulit Bundar membuat Paralluelo tak ragu-ragu untuk memilih sepak bola. Ia lalu dikontrak oleh Barcelona Femeni pada Juli 2022 hingga saat ini.
Tak lama setelah itu, pemilik nama lengkap Salma Celeste Paralluelo Ayingono kemudian debut tim senior Spanyol pada November 2022. Di tahun yang sama, tepatnya pada 12 November, Hattrick Paralluelo di laga kontra Argentina berperan besar dalam kemenangan La Roja dengan skor akhir 7-0.
Setelah melakoni beberapa laga bersama La Roja, kini tiba saatnya bagi Salma Paralluelo unjuk kebolehan di level tertinggi: Piala Dunia Wanita 2023.
Penyelamat Spanyol di Piala Dunia Wanita 2023
Di turnamen akbar empat tahunan itu, Paralluelo tampil sebagai starter kala timnya bersua Kosta Rica di laga fase Grup C. Hasilnya, Spanyol menang 3-0. Di pertandingan kedua, Spanyol berhadapan dengan Zambia dan berhasil menang 5-0.
Untungnya, enam poin sudah cukup membawa mereka ke babak selanjutnya. Sebab, pada pertandingan ketiga, mereka kandas di tangan Nadeshiko dengan skor 4-0.
Di babak 16 besar, Spanyol yang finis fase grup sebagai runner up bertemu dengan Swiss, pemuncak Grup A. Usai tertinggal lebih dulu karena gol bunuh diri Laia Codina, Spanyol mencetak empat gol dan lolos ke perempat final.
Di perempat final, La Roja kemudian bertemu dengan runner up Piala Dunia 2019, Belanda. Satu gol yang disarangkan Salma Paralluelo pada menit ke-111 membuatnya menjadi sosok pahlawan bagi kemenangan Spanyol atas Oranje. Skor akhir 2-1 itu membawa Spanyol melaju ke semifinal dan bersua dengan tim yang mengandaskan AS di 16 besar: Swedia.
Tanpa rasa takut, Salma Paralluelo bersama rekannya, Olga Carmona, berhasil menyumbangkan masing-masing satu gol dan membuat tim peringkat ketiga dunia itu bertekuk lutut. Kemenangan 2-1 membuat Spanyol melaju ke ke final untuk kali pertama.
Di final, Spanyol kembali unggul lewat gol tunggal yang disarangkan Olga Carmona pada menit ke-29. Unggul 1-0, Salma Paralluelo dkk berhasil menjuarai turnamen Piala Dunia Wanita 2023 untuk kali pertama sepanjang sejarah sepak bola wanita di Negeri Matador.
Selain menjadi juara dunia, Salma Paralluelo juga dianugerahi penghargaan oleh FIFA: Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia Wanita 2023. Ia unggul dari talenta muda apik lainnya seperti Lauren James dari Inggris, Mary Fowler dari Australia, maupun Lena Oberdorf dari Jerman.
