Kumparan Logo

Transfer Gila London City Lionesses, 17 Pemain Masuk dan Pecahnya Rekor Dunia

kumparanBOLANITA

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Grace Geyoro, pemain Timnas Wanita Prancis. Foto: Fabrice Coffrini/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Grace Geyoro, pemain Timnas Wanita Prancis. Foto: Fabrice Coffrini/AFP

Baru saja promosi ke WSL (divisi satu sepak bola wanita Inggris), London City Lionesses (LCL) sudah membuat heboh dunia sepak bola wanita. Mereka begitu jor-joran di transfer musim panas yang baru saja berlalu.

Tak cuma tidak masuk akal buat catatan kas klub mereka, kebijakan transfer LCL ini juga menimbulkan tanya soal sustainability sepak bola wanita di masa depan, terutama di Inggris.

Total, mereka mendatangkan 17 pemain baru jelang musim perdananya di WSL. Dan daftar ini termasuk nama-nama besar macam Katie Zelem, Danielle van de Donk, sampai pemecah rekor transfer dunia senilai Rp 32 miliar dalam diri pemain Timnas Wanita Prancis, Grace Geyoro.

Berikut daftar lengkap transfer masuk LCL:

  • Jana Fernandez (Pemain Bertahan, dari Barcelona)

  • Sanni Franssi (Penyerang, dari Real Sociedad)

  • Freya Godfrey (Gelandang, dari Arsenal)

  • Teyah Goldie (Pemain Bertahan, dari Arsenal)

  • Isa Kardinaal (Pemain Bertahan, dari Ajax)

  • Alanna Kennedy (Pemain Bertahan, dari Angel City)

  • Elena Linari (Pemain Bertahan, dari Roma)

  • Elene Lete (Kiper, dari Real Sociedad)

  • Nikita Parris (Sayap, dari Brighton)

  • Poppy Pattinson (Pemain Bertahan, dari Brighton)

  • Sophia Poor (Kiper, dari Aston Villa)

  • Danielle van de Donk (Gelandang, dari Lyon)

  • Katie Zelem (Gelandang, dari Angel City)

  • Paula Partido (Gelandang, dari Real Madrid)

  • Wassa Sangare (Pemain Bertahan, dari OL Lyonnes, pinjaman)

  • Lucia Corrales (Penyerang, dari Barcelona)

  • Grace Geyoro (Gelandang, dari PSG)

Danielle van de Donk, gelandang asal Belanda, pindah ke London City Lionesses di musim panas 2025. Foto: Dok. London City Lionesses

Daftar tersebut jelas luar biasa buat klub sepak bola wanita yang baru saja promosi. Di sisi lain, ini hanyalah bukti betapa janji pemilik mereka, Michele Kang, untuk menjadi disruptor di sepak bola wanita Inggris, bukanlah isapan jempol belaka.

Michele Kang merupakan pebisnis asal Amerika Serikat. Selain menjadi pemilik LCL, Kang juga merupakan pemilik OL Lyonnes, tim tersukses dari Prancis, serta pemilik Washington Spirit dari NWSL.

kumparan post embed

Multi-club ownership yang dijalankan Kang juga menaikkan alis beberapa pengamat sepak bola wanita. Bisakah kita menjamin bahwa kedatangan Van de Donk juga Sangare dari OL Lyonnes dijalankan sewajarnya dan sesuai etika serta proses bisnis antara dua tim?

Bagaimana dengan sumber dana yang dipakai?

Etiskah dengan kenyataan bahwa pembelian Geyoro oleh LCL tak hanya memperkuat tim promosi itu, tapi juga memperlemah saingan satu-satunya OL Lyonnes, yakni PSG?

Adilkah semua ini bagi klub Inggris lainnya?

kumparan post embed
London City Lionesses rayakan promosi ke WSL. Foto: londoncitylionesses.com

Transfer Gila London City Lionesses

Yang jelas, pantas jadinya kalau klub-klub lawan bersuara. Satu yang sampai saat ini terdengar paling keras adalah Marc Skinner, pelatih Manchester United Wanita.

Sebagai pelatih dari salah satu klub yang punya peluang paling besar untuk jadi juara WSL, Skinner merasa transfer LCL adalah sesuatu yang “gila”.

“Kalau boleh jujur, bursa transfer kali ini memang sudah gila, bukan? Saya baru saja mendengar soal kepindahan Grace Geyoro, dan itu benar-benar gila. Bursa dan pasar transfer sudah berubah drastis,” ujar Skinner, dikutip dari The Guardian.

Skinner kemudian menyinggung beberapa nama lain seperti Geyoro, Lizbeth Ovalle, Olivia Smith, hingga pemain baru Chelsea, Alyssa Thompson.

“Siapa yang menyangka di jendela transfer ini, kita akan punya empat pemain dengan nilai £1 juta? Saya rasa Manchester United saat ini tidak bisa berada di level transfer semahal itu. Terus terang, kami memang bukan di ranah itu.”

Pelatih Manchester United Wanita, Marc Skinner. Foto: Craig Brough/REUTERS

Ia juga menambahkan bahwa tekanan kini ada di pihak London City yang berani belanja besar. “Akan ada tekanan besar untuk London City. Mereka harus bisa membuktikan diri, karena sudah mengeluarkan biaya yang besar. Kita lihat saja nanti apakah mereka mampu menjawab tekanan itu.”

Skinner kemudian menyinggung soal regulasi Financial Fair Play yang ada di sepak bola pria namun belum diterapkan di sepak bola wanita. Ia mengaku belum ingin ada FFP di sepak bola wanita. Menurutnya sepak bola wanita perlu berkembang lebih jauh dulu sebelum memberlakukan kebijakan seperti itu.

“Tapi, kalau ada aturan FFP, saya yakin LCL tidak akan bisa balik modal dari biaya transfer itu selama bertahun-tahun, itu poin saya,” pungkas Skinner.

instagram embed