Kumparan Logo

5 Hal yang Bisa Dilakukan agar Tak Stres Kalau Berat Badan Naik Saat #dirumahaja

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berat badan bertambah Foto: Unsplash/i yunmai
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berat badan bertambah Foto: Unsplash/i yunmai

Pandemi membuat waktu kita #dirumahaja jadi lebih banyak. Otomatis, beberapa kebiasaan dan rutinitas sehari-hari ikut berubah. Salah satu yang mungkin tengah dirasakan banyak orang, adalah lebih banyak makan.

Berita-berita mengenai wabah yang terjadi sangat mungkin membuat banyak orang merasa tertekan dan stres. Imbasnya, makanan dijadikan obat penawarnya.

Berat badan pun naik, pola makan jadi tak sesehat dulu lagi. Hal ini amat wajar terjadi, karena di tengah krisis, rutinitas akan berhenti, dan kebiasaan terkait kesehatan pasti akan berubah.

Supaya tak tambah stres karena berat badan yang naik selama pandemi, simak tipsnya berikut ini, yuk!

1. Melonggarkan diet

Makanan Diet Foto: Thinkstock

Bila kita sudah mencoba memotong asupan karbohidrat atau bahkan berpuasa sebelum pandemi dan merasa kesulitan untuk mempertahankannya, tak apa untuk sedikit melonggarkannya. Diet ketat bisa jadi salah satu sumber stres yang menimbulkan tekanan secara fisik dan mental.

Masa pandemi adalah saat-saat yang cukup melelahkan mental dan membuat stres. Kamu tak perlu berusaha terlalu keras untuk tetap kuat, hingga menguras fisik dan mental.

2. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri

Makan malam di Sydney Harbour Tallships. Foto: Toshiko/kumparan

Dilansir Web MD, Jennifer Carter, psikolog olahraga di Ohio State University yang juga pernah bekerja di pusat pemulihan gangguan makan mengungkapkan, pandemi menjadi kesempatan untuk lebih menyayangi diri sendiri.

Emotional eating dan stress eating adalah sesuatu hal yang alami di masa sekarang. Jangan terlalu mengharuskan tubuh untuk makan terlalu sempurna --dengan porsi ekstrem, misalnya. Makanlah dengan normal, yang penting gizi dan nutrisi tetap tercukupi.

3. Nikmati makanan yang kamu santap

Ilustrasi mindful eating Foto: Shutterstock

Pandemi memang memberikan tekanan dan stres yang cukup besar. Namun, di sisi lain, kita punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan makanan dan benar-benar menikmatinya tanpa terburu-buru.

Menyantap makanan dengan perlahan juga akan membuat kita lebih sadar kapan tubuh merasa kenyang, sehingga mencegah makan berlebihan.

4. Menenangkan diri kalau momen ini hanya sementara

Kebiasaan Makan Foto: Thinkstock

Kebiasaan sehari-hari mau tak mau ikut berubah selama pandemi. Kita tentunya punya lebih banyak kesempatan untuk makan ketika berada di rumah terus menerus. Tak jarang, makanan yang kita santap cenderung tak sehat dan segar karena kita jadi lebih jarang belanja ke supermarket.

Tapi, situasi ini tak akan berlangsung selamanya, dan ketika pandemi usai, rutinitas kita akan berubah kembali. Nantinya, kebiasaan makan kita juga akan ikut bertransformasi.

5. Konsultasi ke dokter bila perlu

Makan banyak karena emotional eating Foto: Shutter Stock

Meskipun emotional eating sah-sah saja untuk dilakukan sesekali, tapi kita juga harus mencari jalan lain untuk mengobati stres dan emosi akibat #dirumahaja. Misalnya, ngobrol bersama teman atau keluarga, olahraga di rumah, atau membuat jurnal.

Kalau kamu merasa cuma bisa mengobati stres dan rasa bosan lewat makanan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusinya.

embed from external kumparan