Kumparan Logo

5 Makanan yang Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gangguan Saluran Pencernaan Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Gangguan Saluran Pencernaan Foto: Thinkstock

Tahukah kamu, kesehatan tubuh secara keseluruhan juga didukung oleh sistem pencernaan yang sehat. Bila kesehatan pencernaan senantiasa terjaga, nutrisi dan gizi dari makanan yang kita santap pun bisa terserap dengan baik.

Cara paling ampuh untuk melancarkan kesehatan pencernaan, tentu dengan menjaga pola makan. Selain memperbanyak makanan yang kaya prebiotik, disarankan pula untuk menghindari beberapa jenis makanan tertentu.

Sebab, ada sederet makanan yang dapat menimbulkan inflamasi di sistem pencernaan, membuat kesehatannya jadi terganggu. Makanan apa saja yang sebaiknya dihindari? Berikut ulasan selengkapnya:

1. Pemanis buatan

Ilustrasi pemanis buatan. Foto: Thinkstock

Pemanis buatan memang memiliki kalori yang lebih rendah ketimbang gula asli, namun bisa mengganggu pencernaan, dan meningkatkan inflamasi tubuh. Secara umum, pemanis yang dicerna sebagian memiliki dampak terbesar pada sistem pencernaan dan dapat menyebabkan kembung, gas, serta diare.

Untuk mengatasinya, cobalah beralih kepemanis alami seperti nektar agave. Gula alami ini mungkin tak bebas kalori, namun karena cita rasanya lebih manis, sehingga kita cenderung menyantapnya dalam jumlah sedikit. Dengan begitu, asupan karbohidrat dan kalori juga jadi berkurang.

2. Gorengan

Ilustrasi menggoreng Foto: Shutterstock

Banyak restoran menggunakan minyak sayur yang sudah diproses untuk menggoreng makanan berulang kali; membuatnya sulit dicerna tubuh. Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam the World Journal of Gastroenterology juga mengungkapkan, pola makan tinggi lemak bisa mengubah komposisi mikrobioma usus.

Hal ini bisa mengakibatkan munculnya gangguan pencernaan, dan penyakit yang menyerang beberapa organ serta jaringan tubuh.

3. Makanan olahan

Ilustrasi roti Foto: thinkstock

Tak hanya meningkatkan risiko diabetes tipe-2, penyakit jantung, dan berat badan, jenis karbohidrat olahan; seperti roti, soda, dan keripik kentang juga bisa mengganggu sistem pencernaan. Makanan ini akan bergerak melewati usus dengan cepat, menciptakan rasa kembung, nyeri, dan gangguan pencernaan lainnya.

Bila kesulitan untuk memangkas asupan karbohidrat olahan dari pola makan sehari-hari, coba padukan dengan makanan yang lambat dicerna. Misalnya, dada ayam tanpa lemak, alpukat, atau selai kacang. Selain itu, perhatikan pula pembagian porsinya, sehingga komposisi dari karbohidrat olahan tak mendominasi dan lebih banyak dari makanan sehat yang kita santap.

4. Makanan bercita rasa asam

Ilustrasi lemon. Foto: Pixabay

Dilansir Huffington Post, makanan bercita rasa asam --bahkan buah-buahan menyehatkan sekalipun-- seperti jeruk, lemon, grapefruit, hingga tomat, bisa meningkatkan risiko asam lambung naik. Sebab, tingkat keasaman yang dimiliki sederet makanan tersebut cukup tinggi.

Sebaiknya, kurangi konsumsi makanan bercita rasa asam. Bila masih ingin menyantap buah atau sayuran yang rasanya asam, batasi konsumsinya sesekali saja. Jangan sampai mengonsumsinya saat perut kosong, karena bisa meningkatkan iritasi dan inflamasi.

5. Kubis

Ilustrasi kubis. Foto: Pixabay

Sayuran memang kaya nutrisi yang baik bagi tubuh, namun jenis sayuran cruciferous; seperti brokoli dan kubis (kol) justru bisa berdampak buruk bagi pencernaan. Jenis sayuran tersebut mengandung gas dan serat yang tinggi, sehingga sulit dicerna tubuh. Maka itu, disarankan untuk memasaknya terlebih dahulu, dan hindari mengonsumsinya dalam keadaan mentah supaya tak mengganggu pencernaan.

embed from external kumparan