5 Manfaat Jahe, Rempah Pedas Pencegah Infeksi hingga Kanker

Kamu sering minum air jahe atau wedang ronde? Tapi, tahu enggak kalau jahe yang kamu konsumsi itu punya banyak manfaat, lho. Di dalam rempah bercita rasa pedas ini terkandung senyawa bioaktif, yakni gingerol yang ampuh mengatasi berbagai penyakit; bahkan efeknya bisa langsung kamu rasakan, lho.
Engga heran, bukan? Kalau jahe sudah sejak lama digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Makanya biar enggak asal makan saja, yuk ketahui manfaat jahe, si rempah akar pencegah infeksi hingga kanker berikut ini:
1. Mengatasi berbagai gangguan perut
Kamu sedang mual atau sakit perut karena PMS? Coba, deh minum segelas air rebusan jahe. Dijamin rasa sakit di perut langsung pergi seketika.
Hal ini sudah dibuktikan dalam berbagai penelitian yang juga diterbitkan PubMed. Salah satu penelitiannya mengungkapkan, 1.278 wanita hamil yang sedang mual merasa membaik setelah minum air jahe.
Hanya saja khusus ibu hamil sebaiknya jangan mengonsumsi jahe terlalu banyak, idealnya 1-1,5 gram saja per hari.
2. Mencegah infeksi
Mengutip hasil penelitian Journal of Ethnopharmacology tahun 2013, jahe segar juga efektif dalam melawan virus RSV penyebab infeksi saluran pernapasan. Selain itu, jahe juga ampuh dalam menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri; termasuk bakteri di mulut sehingga mampu mencegah rada pada gusi.
3. Menurunkan risiko kanker
Kanker adalah penyakit mematikan di dunia. Untuk mencegahnya kamu bisa rutin mengonsumsi air jahe atau mencampurkan rempah ini ke dalam masakan sehari-hari.
Sebab banyak penelitian yang membuktikan, bahwa gingerol dalam jahe memiliki sifat antikanker. Sifat tersebut membuat jahe dinilai efektif dalam melawan kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker ovarium.
4. Menstabilkan gula darah
Dalam sebuah studi pada tahun 2015 menguji manfaat bubuk jahe kepada 41 peserta yang menderita diabetes tipe-2. Hasilnya setelah mengonsumsi selama 12 minggu, secara bertahap tingkat gula darah mereka menurun 10-12 persen.
5. Herbal penurun kolesterol
Selain teh hijau, kamu juga bisa mengonsumsi air jahe usai makan makanan tinggi kolesterol. Ini telah dibuktikan dalam penelitian Saudi Medical Journal tahun 2008.
Penelitian tersebut melibatkan 85 orang yang punya kadar kolesterol tinggi, lalu selama 45 hari mereka diminta untuk mengonsumsi tiga gram jahe. Hasilnya, kadar kolesterol mereka menurun secara signifikan. Bahkan manfaat tersebut sama dengan ketika mereka meminum obat penurun kolesterol.
