6 Makanan Beraroma Tak Sedap yang Ternyata Menyehatkan

Selain rasa, kenikmatan makanan biasanya juga tercium dari aromanya. Aroma khas manis atau gurih dari rempah-rempah, membuat sajian semakin menggugah meski dilihat dari jauh.
Tapi ada juga, lho, makanan yang justru terkenal dengan aromanya yang tak sedap. Bahkan kerap membuat orang menutup hidungnya rapat-rapat. Misalnya saja durian, buah bertekstur lembut yang punya aroma menyengat.
Di balik aroma tajamnya, makanan berbau tajam ternyata juga punya banyak manfaat. Mulai melancarkan pencernaan hingga menurunkan berat badan.
Tak perlu ragu lagi menyantapnya, ini dia makanan beraroma tajam yang bermanfaat bagi kesehatan:
1. Kimchi
Kimchi dikenal sebagai makanan khas Korea yang punya banyak manfaat, bahkan pernah dinobatkan sebagai makanan paling sehat di dunia. Berdasarkan jurnal tahun 2011 dari Handong Global University, Korea Selatan, proses fermentasi membuat kimchi lebih mudah dicerna tubuh.
Selain kaya protein, vitamin, dan mineral, menurut jurnal Fermented Fruits and Vegetables of Asia: A Potential Source of Probiotics, kimchi menjadi sumber probiotik yang baik bagi pencernaan. Tambahan bawang putih yang kaya allicin berfungsi menurunkan kolesterol serta kadar gula darah.
2. Natto
Bergeser sedikit ke Jepang, ada natto yang identik dengan tekstur lengketnya. Kerap dianggap sebagai makanan ekstrem dari Negeri Sakura, fermentasi kedelai ini juga sangat bernutrisi.
Selain kaya protein, vitamin, dan mineral, natto merupakan sumber probiotik yang baik bagi pencernaan. Bakteri baik ini berfungsi agar makanan lebih mudah dicerna, sehingga penyerapannya pun lebih maksimal.
3. Petai
Mencegah hipertensi, membuat badan lebih rileks, hingga obat alami saat PMS. Inilah beberapa manfaat yang bisa didapatkan setelah mengkonsumsi petai yang sangat populer di Indonesia ini.
Dikutip dari Asian Journal of Medicine and Health tahun 2017, petai yang tinggi antioksidan bisa menurunkan tekanan darah hingga mencegah racun yang hendak masuk ke tubuh. Makanan berwarna hijau ini juga mengandung tryptophan yang kerap digunakan sebagai obat insomnia hingga gangguan kecemasan.
4. Keju
Ada beberapa jenis keju yang terkenal dengan aroma tajamnya. Sebut saja camembert, raclette, hingga keju limburger khas Jerman.
Tapi di balik aroma khasnya, keju punya kandungan kalsium yang cukup tinggi. Dikutip dari USDA Food Composition Database, 100 gram keju rata-rata bisa memenuhi kebutuhan kalsium harian sebanyak 20-30 persen. Asupan kalsium yang cukup akan membuat tulang dan gigi lebih sehat sehingga tak gampang keropos.
5. Ikan asin
Sama seperti keju, ikan asin juga punya kandungan kalsium yang cukup tinggi. Kandungan kalsium di dalam ikan asin berfungsi mengurangi risiko pengeroposan tulang, terutama pada usia lanjut.
Kandungan vitamin A pada beberapa jenis ikan asin seperti teri juga bisa meningkatkan kesehatan mata. Konsumsi ikan asin secara teratur, dapat mengurangi degradasi makula, atau gangguan mata yang kerap menyerang orang tua.
6. Durian
Si Raja Buah ini juga bisa meningkatkan kesehatan bila dikonsumsi secara tepat, lho. Dari data USDA, 100 gram durian mengandung sekitar 11,6 gram vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan.
Tak hanya menangkal radikal bebas, menyantap durian dapat menurunkan rasa stres dan membuat badan lebih rileks. Asam amino tryptophan di dalamnya juga bermanfaat sebagai obat alami mengatasi masalah tidur akibat stres.
