6 Makanan yang Bikin Kentut Bau Busuk

7 Agustus 2019 11:44 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Kacang-kacangan Foto: Shutterstock/Liliya Kandrashevich
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kacang-kacangan Foto: Shutterstock/Liliya Kandrashevich
ADVERTISEMENT
Siapa yang tak terganggu dengan bau kentut? Apalagi baunya cukup tajam dengan aroma busuk yang cukup menyengat.
ADVERTISEMENT
Meski kentut adalah sesuatu yang normal dan sehat, faktanya kentut bisa saja merepotkan. Menurut beberapa studi, bau kentut disebabkan karena kandungan hidrogen sulfida (sulfur) dan zat merkaptan. Kedua senyawa itu mengandung sulfur (belerang), sehingga baunya tidak sedap.
Beberapa ahli juga menyebut, makin banyak kandungan sulfur sulfida dan merkaptan yang diproduksi oleh bakteri dalam perut, maka baunya semakin tidak enak.
Sebenarnya banyak faktor yang membuat kentut seseorang berbau tajam dan tidak enak. Salah satunya adalah makanan. Berikut kumparan rangkum enam makanan yang bisa bikin kentut bau busuk.
1. Brokoli
Ilustrasi brokoli Foto: Pixabay
Sayuran seperti brokoli, kol, asparagus, kembang kol, hingga kubis brussel mengandung segudang nutrisi dan mineral yang baik untuk kesehatan. Sayangnya, beberapa jenis sayuran tersebut mengandung zat gula atau raffinose yang menyebabkan kentut menjadi bau.
ADVERTISEMENT
Bahkan, menurut David M. Poppers, MD, PhD, ahli gastroenterologi dan profesor di New York University (NYU) Langone Health, sayuran ini tinggi serat dan jenis karbohidrat yang tidak mudah dicerna oleh tubuh. Karena itulah, pada saat proses metabolisme akan menimbulkan gas dengan aroma yang tidak enak.
2. Kacang-kacangan
Ilustrasi Kacang-kacangan Foto: Shutterstock/Liliya Kandrashevich
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kacang-kacangan Foto: Shutterstock/Liliya Kandrashevich
Kamu penggemar kacang-kacangan? Coba pertimbangkan lagi, karena makanan ini ternyata menyebabkan kentut menjadi bau.
Menurut studi yang diterbitkan dalam Nutritional Journal, sebagian besar kacang-kacangan mengandung banyak raffinose, atau sejenis gula kompleks yang sulit dicerna oleh tubuh.
Saat raffinose melewati usus, bakteri akan memecah gula ini menjadi berbagai macam gas; seperti hidrogen, metana, hingga belerang.
3. Bawang
Bawang putih mulus belum tentu menyehatkan Foto: Dok.Pixabay
Bawang mengandung gula alami yang disebut fruktosa. Sama seperti raffinose, fruktosa juga berkontribusi membuat kentut menjadi bau.
ADVERTISEMENT
Selain itu, bawang juga kaya akan kandungan fruktan yang bisa memicu irritable bowel syndrome yang berbahaya bagi usus besar, hingga memicu bau kentut, bau mulut, dan bau keringat.
4. Ubi jalar
stik ubi goreng Foto: Shutterstock
Ubi jalar atau sweet potato merupakan salah satu jenis umbu-umbian yang sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Sebut saja kolak, ubi goreng, hingga biji salak.
Sayangnya, ubi jalar mengandung beberapa jenis gula oligosakarida yaitu stakiosa, rafinosa, dan verbaskosa.
Kabarnya, jenis gula tersebut tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan karena tidak ada enzim galaktosidase. Karena itulah, saat mengonsumsi ubi jalar, bakteri pada usus akan mencernanya dan menghasilkan bau yang tidak sedap.
5. Produk olahan susu
Ilustrasi segelas susu Foto: Pixabay
Produk olahan susu seperti keju, susu cair, hingga yogurt mengandung laktosa. Di dunia ini, ada orang-orang yang tidak bisa memproduksi enzim laktase --enzim yang bisa mencerna laktosa-- sehingga menyebabkan mereka mengidap laktosa intoleran.
ADVERTISEMENT
Salah satu gejala dari laktosa intoleran adalah bertambahnya produksi gas buang angin dalam tubuh. Selain itu, kentut juga akan berbau tidak sedap.
6. Daging sapi
Kandungan zat besi daging sapi 3 kali daging ayam Foto: Pixabay
Yang terakhir adalah daging sapi. Daging sapi sendiri kaya akan metionin -- semacam asam amino yang mengandung belerang dan menghasilkan aroma seperti bau busuk. Saat metionin melewati saluran pencernaan, ia akan memproduksi bau kentut yang sangat menyengat.
Selain itu, lemak pada daging sapi juga bisa memperlambat proses pencernaan. Hal ini otomatis akan memberi waktu pada bakteri untuk menghasilkan gas yang lebih menyengat.
Untuk menghindari aroma tidak enak ini, kamu bisa mengganti daging sapi dengan daging ikan atau ayam.