7 Rempah-rempah Pengganti Garam, Pilihan Bumbu Masak yang Lebih Sehat

21 September 2021 9:25
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi garam Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi garam Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Garam sudah menjadi bumbu masak wajib dalam setiap masakan. Saking pentingnya, sampai muncul istilah “bagai sayur tanpa garam” rasanya bisa jadi hambar; alias kurang sedap.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, penggunaan garam kadang cenderung berlebihan. Padahal mengonsumsi garam terlalu banyak dapat membahayakan kesehatan. Menggunakannya dalam jumlah sedang memang tidak menjadi masalah, tetapi bila dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan tekanan darah tinggi. Di mana hal ini adalah faktor utama terjadinya serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung.
Oleh karena itu, perlu kesadaran dalam diri untuk mulai menjaga dan mengurangi jumlah asupan garam. Namun jangan khawatir, bukan berarti masakan buatanmu akan hambar dan tak sedap. Sebab, ada beberapa jenis rempah-rempah pengganti garam yang bisa membuat masakan tetap nikmat. Mengutip Healthline, berikut 7 rempah-rempah atau bahan pengganti garam yang bisa kamu coba:

1. Bawang Putih

Bawang putih cincang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bawang putih cincang. Foto: Shutterstock
Bawang putih adalah bumbu peningkat rasa tanpa meningkatkan kandungan natrium. Kamu bisa menggandakan jumlah bawang dalam masakanmu dan
ADVERTISEMENT
mulai mengurangi garam. Bawang putih juga terasa semakin nikmat saat dicampurkan dalam sup atau tumisan.
Terlebih lagi, bumbu allium ini kaya manfaat kesehatan. Salah satunya studi National Center for Biotechnology Information, menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih tua lebih unggul daripada plasebo dalam menurunkan tekanan darah sistolik; mirip dengan obat lini pertama saat ini pada pasien hipertensi.

2. Jus atau kulit lemon

ilustrasi parutan kulit lemon Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi parutan kulit lemon Foto: Shutterstock
Buah kuning segar ini bisa secara keseluruhan bisa digunakan sebagai bumbu masak. Sebut saja, air dan kulit lemon bisa jadi alternatif yang sangat baik untuk pengganti garam dalam beberapa resep.
Sebagai sumber asam, jus lemon bertindak mirip dengan garam, yakni mengeluarkan rasa hidangan. Sementara itu, kulit lemon memberikan aroma jeruk yang lebih kuat. Diketahui juga lemon memiliki kandungan D-limonene yang memiliki sifat antikanker. Dalam studi yang dimuat World Journal of Gastroenterology, D-limonene dapat melawan kanker lambung karena memiliki sifat antiangiogenik, yaitu sifat menghambat pertumbuhan pembuluh darah sel kanker.
ADVERTISEMENT

3. Lada hitam

Ilustrasi lada hitam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lada hitam. Foto: Shutterstock
Lada adalah rempah tambahan yang biasa digunakan pada sup, daging panggang, pasta, dan masih banyak lagi. Kamu bisa mengganti asupan garammu dengan rempah yang satu ini. Karena diketahui lada hitam dapat mengurangi peradangan yang terkait dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.
Berdasarkan penelitian di Universitas Negeri Kansas di Amerika Serikat, J. Scott Smith, profesor sains dan industri hewan menemukan kaitan antara lada hitam dengan penurunan kadar amina heterosiklik (HCA); senyawa kimia penyebab kanker atau karsinogenik yang muncul dari daging yang dibakar atau dimasak dengan temperatur tinggi. Dengan mencampurkan satu gram lada hitam dengan 100 gram daging bisa menghilangkan kandungan HCA selama proses memasak.

4. Daun dill

Ilustrasi daun dill. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daun dill. Foto: Shutterstock
Rasa segar daun dill dengan sedikit seledri dan adas bisa menjadi alternatif pengganti garam dalam masakan. Bahkan ramuan ini bisa membuat makananmu lebih beraroma sedap.
ADVERTISEMENT
Dill atau yang dikenal sebagai daun adas sowa berbentuk seperti daun pohon cemara dengan aroma menyengat khas; menjadi salah satu rempah pengganti garam untuk diet. Dill cocok menjadi bumbu pendamping dalam masakan berbahan ikan, kentang, dan mentimun. Kamu juga mencampurkannya ke dalam hidangan seafood untuk menghilangkan amis dan memberi aroma segar.

5. Bubuk bawang kering

Ilustrasi bubuk bawang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bubuk bawang. Foto: Shutterstock
Bawang putih, bawang merah, hingga bawang bombai adalah bumbu pelengkap yang dapat menambah cita rasa pada makanan. Secara alami bubuk bawang-bawangan ini dapat memberi rasa gurih dan asin pada masakan.
Makanan kaya antioksidan ini juga dapat membantu menangani efek samping dari pengobatan kanker. Sebuah studi tahun 2016 dalam Integrative Cancer Therapies menemukan bahwa mengonsumsi bawang bombai segar membantu mengurangi terjadinya resistensi insulin dan hiperglikemia pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi.
ADVERTISEMENT

6. Cuka balsamik

Ilustrasi cuka balsamik. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cuka balsamik. Foto: Shutterstock
Memiliki rasa asam yang tajam dengan sedikit manis, cuka balsamik juga memunculkan rasa alami makanan. Sehingga meminimalkan kebutuhan akan garam.
Penelitian jurnal Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry menemukan cuka ini juga memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, yaitu dapat meredakan hipertensi.

7. Rosemary

Tanaman Rosemary Foto: Shutterstock/Oxana Denezhkina
zoom-in-whitePerbesar
Tanaman Rosemary Foto: Shutterstock/Oxana Denezhkina
Memiliki nama latin Rosmarinus officinalis, adalah tanaman herbal yang berasal dari daratan Mediterania. Kini rosemary telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, rosemary kerap digunakan sebagai bumbu penyedap masakan yang sering ditemui pada hidangan steak daging, saus, hingga pasta.
Rempah-rempah satu ini juga dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Menurut penelitian Therapeutic Advances in Psychopharmacology, aroma dari rosemary dapat meningkatkan konsentrasi seseorang. Tak hanya itu, harum khas rosemary ini juga membantu meningkatkan kecepatan, performa, dan ketepatan seseorang dalam bekerja.
ADVERTISEMENT
Reporter: Destihara Suci Milenia
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020