Kumparan Logo

Apa Saja Jenis Asupan yang Tepat untuk Pasien Isoman? Begini Kata Ahli

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makanan pasien isoman Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan pasien isoman Foto: dok.Shutterstock

Selama pandemi mungkin para pasien isoman sering mendapat tips dan informasi seputar klaim makanan dan minuman yang dianggap ampuh dalam menjaga imunitas hingga menangkal paparan COVID-19. Tak sedikit pula, dari banyaknya klaim itu yang ternyata berisi informasi salah atau hoaks.

Kalau sudah begini, tentu kita perlu lebih waspada dan menyaring kembali informasi mengenai saran pemilihan asupan tersebut. Hal ini pun turut ditegaskan oleh spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK saat mengisi acara webinar bertajuk "Bahaya Salah Asupan di Tengah Pandemi dan Isoman" yang diadakan Re.Juve secara virtual, Rabu (18/8).

Menurutnya, pasien isolasi mandiri atau isoman sepatutnya memegang teguh pedoman diet gizi seimbang. Pola makan ini juga dianjurkan langsung WHO dan Kementerian Kesehatan RI.

kumparan post embed

"Sesuai panduan WHO dan Kemenkes mengenai nutrisi isoman adalah simpel, yakni well balanced diet atau makanan seimbang. Kita perlu memilih secara seimbang antara makanan segar dan yang sudah diproses. Kalau membeli makanan kemasan yang sudah diproses pastikan tak mengandung bahan tambahan, ya," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran UI itu.

Ilustrasi mengonsumsi makanan sehat dan seimbang Foto: Shutterstock

Lebih lanjut, perempuan yang juga praktik di RS Pondok Indah itu merekomendasikan sejumlah jenis makanan serta minuman segar, dan bukan hasil pemrosesan sehingga cocok untuk pasien isoman. Di antaranya ada buah-buahan, sayuran, rempah, dan kacang-kacangan. Menurutnya jenis makanan ini mengandung nutrisi alami; seperti vitamin C, vitamin D, zinc, selenium, zat besi, dan protein yang tentunya dibutuhkan pasien isoman COVID-19.

Kondisi umum lainnya, menurut dr. Juwalita pasien isoman juga akan kehilangan kemampuan indera penciuman serta perasa. Biasanya, kondisi ini akan membuat mereka lebih berkeinginan untuk mengonsumsi makanan olahan, junk food, serta minuman dengan tambahan gula atau perasa.

Tanpa disadari, jika pasien tersebut terbiasa mengonsumsi makanan tak sehat seperti itu, maka justru akan semakin melemahkan imunitas. "Konsumsi tinggi gula akan menurunkan kemampuan fagosit, tentara utama dalam tubuh kita yang bertugas memerangi virus atau bakteri yang masuk ke tubuh," katanya.

Ilustrasi diabetes Foto: dok.shutterstock

Tak hanya itu, ia juga menyarankan untuk kita menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak jenuh. Ini karena, makanan tinggi lemak jenuh juga meningkatkan pengeluaran mediator proinflamasi dari sel imun. Hal ini bisa memperparah gejala serta memengaruhi kondisi bakteri dalam sistem pencernaan. Ujung-ujungnya, keadaan seperti ini akan semakin menurunkan nafsu makan, daya tahan tubuh, bahkan hingga kondisi suasana hati.

kumparan post embed

Lebih parahnya lagi, dr. Juwalita menerangkan bahwa asupan yang mengandung banyak lemak jenuh bisa memengaruhi reseptor tempat melekatnya SARS-CoV 2 yang menyebabkan kondisi pasien semakin menurun akibat adanya pengentalan darah.

Kendati bila dirasa sulit untuk memenuhi kebutuhan tersebut setiap hari, dr. Juwalita menyarankan untuk memilih makanan siap santap atau minuman sehat yang bebas bahan tambahan. Semisal, jus buah dan sayuran yang menurutnya bisa menjadi pilihan alternatif untuk memenuhi kebutuhan harian 400 gram buah dan sayur.

Proses pengemasan Re.juve Foto: dok.rejuve

Tentunya, ia menegaskan untuk memilih jus buah yang alami, tanpa bahan tambahan, dan diproses secara minim. Syarat jus buah seperti ini bisa kamu temukan pada jenis minuman coldpress juice.

Richard Anthony, CEO dan Presiden Direktur Re.juve menjelaskan bahwa jenis coldpress juice diproses dengan cara tidak dipanaskan atau dipasteurisasi. Jika dipanaskan, maka kandungan buah serta sayuran dikhawatirkan malah akan berkurang.

Selama pandemi, Richard juga mengungkapkan bahwa paket immune booster dari Re.Juve menjadi salah satu yang terfavorit untuk pasien isoman. Ini karena di dalamnya terdapat pilihan jus buah yang kaya vitamin C sehingga membantu mempercepat pemulihan.

Nah, jadi sudah tahu, kan? Jenis asupan yang tepat untuk pasien isoman sebenarnya sederhana. Sesuai anjuran dr. Juwalita tetap terapkan diet gizi seimbang, jauhi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh. Sementara, bila kesulitan memenuhi asupan buah dan sayuran harian, kamu bisa memenuhi asupannya dengan sesekali minum jus alami tanpa pemanis tambahan yang siap dikonsumsi.

kumparan post embed