Kumparan Logo

Apa Saja Tips Berbisnis Kuliner Jelang 2021? Ini Kata Para Ahli

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makanan di festival kuliner Kampoeng Legenda Foto: Safira Maharani/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Makanan di festival kuliner Kampoeng Legenda Foto: Safira Maharani/ kumparan

Berbisnis kuliner di tengah pandemi memang menjadi tantangan tersendiri bagi para pelakunya. Keadaan yang serba tak pasti --padahal sebentar lagi kita segera memasuki tahun yang baru-- membuat pebisnis kuliner baik pengusaha kecil maupun besar harus memutar otak, hingga sigap menerima setiap perubahan yang terjadi.

Tak perlu bingung, keadaan seperti ini bukan hanya kamu yang merasakan, melainkan hampir semua pemilik usaha kuliner. Untuk membantu mempertahankan bisnis makanan atau minuman milikmu, tak ada salahnya mencoba tips dari para ahli kuliner berikut. Penasaran? Yuk, simak tips selengkapnya di bawah ini:

1. Pastikan produkmu enak dan layak untuk dibeli

Ilustrasi memasak nasi goreng dengan wok Foto: Dok.Shutterstock

Tak ada pelanggan yang mau membeli makanan atau minuman tidak enak. Ya, berbisnis kuliner yang laris didasari oleh produk yang enak dan bikin ketagihan. Dengan begitu, pelanggan akan memesan ulang.

Hal ini juga ditekankan oleh Chef Dea Annisa Vialdo saat kumparan hubungi melalui sambungan telepon Selasa (15/12). Perempuan yang juga merupakan pebisnis kuliner ini mengibaratkan, jika kamu saja tak mau mengonsusmi produkmu, maka jangan berharap orang akan memakannya juga.

Pernyataan tersebut rupanya juga diamini oleh personal chef Agus Setiawan. Chef Agus menjelaskan kepada kami, bahwa kamu perlu mencoba menemukan perbedaan produk buatanmu dengan brand lainnya.

"Coba buat satu kalimat, lalu tanyakan ke diri sendiri, kenapa orang haru membeli produk saya? Artinya, produkmu harus memiliki kekuatan. Either taste, presentasi, atau autentiknya. Autentik maksudnya, produkmu memiliki spesialisasi," terangnya.

Chef Agus mencontohkan, bila kamu menjual kue lapis surabaya, pastikan rasanya autentik. Jangan lantas diubah rasanya. Jika mau, maka menurutnya, sebaiknya kamu memunculkan menu baru saja.

2. Maksimalkan sisi kesehatan dan kebersihan

Ilustrasi dapur restoran Foto: Shutter Stock

Lantaran menjalankan bisnis kuliner di tengah pandemi, penting bagi kamu untuk memaksimalkan protokol kesehatan serta kebersihan. Chef Agus menekankan, jangan sampai pelangganmu sakit usai mengonsumsi makanan yang kamu sajikan.

Produk kuliner yang sehat dan bersih juga memengaruhi reputasi bisnismu, lho, lanjut Chef yang sudah memiliki pengalaman memasak selama 22 tahun itu. Menurutnya, makanan yang sehat dan bersih juga lebih awet, sehingga tak mudah rusak apalagi membusuk.

Tak hanya Chef Agus, pakar kuliner William Wongso juga menegaskan bahwa menjaga kebersihan itu wajib hukumnya. "Kebersihan itu wajib namun sayangnya peraturan belum jelas. Jual makanan dari rumah aja belum jelas peraturan kebersihannya, itu yang bikin ekonomi kita belum naik-naik," tambah om Will saat berbincang dengan kami.

Dia membandingkan, bagaimana peraturan protokol kesehatan dan kebersihan bagi pelaku kuliner di Singapura; yang dinilainya begitu ketat serta tegas. Om Will pun mengharapkan Indonesia bisa sepatuh di sana.

3. Buatlah packaging yang menarik

Packaging Dan Bam Indonesia Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Tips selanjutnya adalah packaging. Pembungkus produk makanan atau minumanmu ini memang tak kalah penting. Kesan pertama yang terbentuk oleh pelanggan memang ditentukan oleh packaging; yang menarik atau tidak.

"Mereka belum tahu taste dan aroma makanan itu seperti apa? Tapi yang pertama mereka lihat itu kan packaging. Pelase inovasi kreasikan packaging karena first impression dari customer adalah packaging," ujar Chef Agus.

4. Jaga relasi dengan pelanggan

Protokol baru di kedai kopi KISAKU Foto: dok.KISAKU

Tak kalah pentingnya, menurut Chef Dea, adalah menjaga relasi dengan pelanggan. "Misalnya, kalau ada komplain, kita harus langsung tangani atau kasih pengganti sebagai tanda maaf," tuturnya.

5. Go online!

Ilustrasi berbisnis kuliner Foto: Dok.Shutterstock

Tips bisnis terakhir ini memang begitu gencar dilakukan beberapa tahun belakangan; terlebih pandemi virus corona membawa batasan untuk kamu tak bisa lagi berjualan secara bebas. Sehingga, berjualan secara online menjadi salah satu solusi cepat dan sejalan dengan perkembangan zaman.

"Orang dulu banyak yang enggak sadar betapa pentingnya go online. Banyak UMKM yang menjual makanan, tapi gak sadar," ucap William Wongso.

Menurutnya, beberapa makanan online yang sukses terjual selama periode online ini; ada frozen food, camilan, keripik, sampai kue. Dia juga menyoroti makanan beku yang bisa menjadi salah satu alternatif jualan.

kumparan post embed