Kumparan Logo

Astronaut NASA Berhasil Memanen Lobak Pertama Kali di Stasiun Luar Angkasa

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Astronaut Amerika dan Insinyur Penerbangan Ekspedisi 64, Kate Rubins, memanen lobak di stasiun luar angkasa NASA. Foto: Dok.NASA
zoom-in-whitePerbesar
Astronaut Amerika dan Insinyur Penerbangan Ekspedisi 64, Kate Rubins, memanen lobak di stasiun luar angkasa NASA. Foto: Dok.NASA

Salah seorang astronaut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil memanen lobak di stasiun luar angkasa. Mengutip Food and Wine, NASA telah berhasil memanen lobak antariksa pertamanya —dan lobak-lobak tersebut dijadwalkan untuk dikembalikan ke Bumi pada tahun depan. Namun, tanaman kecil tersebut masih ditanam untuk tujuan eksperimental. Jadi, kamu masih belum bisa mencicipi rasa lobak luar angkasa.

Pada Senin (30/11), astronaut Amerika dan Insinyur Penerbangan Ekspedisi 64, Kate Rubins, memetik 20 tanaman lobak dari Advanced Plant Habitat (APH) di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ia membungkus lobak-lobak tersebut dengan kertas timah dan menyimpannya dalam pendingin hingga tiba waktu perjalanan pulang mereka —untuk misi SpaceX Ke-22 Resupply Services pada tahun 2021.

Menurut lembar fakta dari NASA, melalui program APH mereka sudah melakukan 11 kali percobaan menanam sayuran untuk konsumsi manusia —dari selada merah 'Outredgeous' pada tahun 2015, hingga mustard Mizuna tahun lalu. Upaya ini dilakukan untuk meneliti pertumbuhan dan rasa tanaman hasil memanen di luar angkasa serta mengevaluasi kandungan nutrisinya.

Tanaman lobak merah di stasiun luar angkasa NASA. Foto: Dok.NASA

NASA memilih lobak karena memiliki waktu matang yang kurang dari sebulan, dan makanan sehat tersebut memiliki ‘formasi bola sensitif’ yang dapat dianalisis efek CO2, serta akuisisi dan distribusi mineral.

"Lobak adalah jenis tanaman yang berbeda dibandingkan dengan sayuran hijau yang ditanam astronaut sebelumnya di stasiun luar angkasa, atau gandum kerdil yang merupakan tanaman pertama yang ditanam di APH," kata manajer program APH NASA, Nicole Dufour, dikutip dari keterangan persnya.

“Menanam berbagai tanaman membantu kami menentukan tanaman mana yang tumbuh subur dalam gravitasi rendah, dan (tanaman mana yang) menawarkan variasi terbaik dan keseimbangan nutrisi bagi astronaut untuk misi jangka panjang,” tambahnya.

Setelah panen pertama ini, NASA juga akan menanam lobak lagi dan merencanakan memanen sebelum dibawa kembali ke Bumi. Mereka juga akan membandingkan lobak lain, atau batch ketiga ‘lobak kontrol,’ yang ditanam di ruang Simulator Lingkungan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISSES) di Fasilitas Pemrosesan Stasiun Luar Angkasa Kennedy.

video youtube embed

Eksperimen ini diharap dapat membantu NASA untuk menjalankan eksplorasi berkelanjutan ke Bulan pada akhir dekade ini —dan tentunya mencapai ruang angkasa lebih jauh lagi.

"Merupakan suatu kehormatan untuk membantu memimpin tim yang membuka jalan menuju masa depan produksi tanaman luar angkasa untuk upaya eksplorasi NASA," ungkap Dufour.

"Saya telah mengerjakan APH sejak awal, dan selalu merasa gembira setiap ada tanaman baru yang dapat kami tanam, karena apa yang kami pelajari akan membantu NASA mengirim astronaut ke Mars dan membawa mereka kembali dengan selamat."

Reporter: Natashia Loi

kumparan post embed