Badan Keamanan Pangan Eropa Setuju Ulat Hong Kong Jadi Makanan Masa Depan

Siapa sangka ulat akan menjadi bahan makanan kita di masa depan? Walau terdengar asing, beberapa jenis serangga memang tinggi protein dan baik untuk nutrisi tubuh. Hal ini juga disetujui oleh Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA).
Mengutip New Food Magazine, mealworms atau ulat khas Hong Kong baru saja disetujui oleh EFSA untuk menjadi makanan manusia. Ulat kecokelatan ini menjadi makanan berbasis serangga pertama yang disetujui EFSA —dan berpotensi mendukung berkembangnya makanan berbasis serangga lain di Uni Eropa (meskipun Komisi Eropa belum mendukung keputusan tersebut).
Nantinya, kamu bisa menemukan larva kumbang ini menjadi bahan makanan —dalam smoothie, makanan ringan, dan lain-lain. Jangan takut! Keputusan EFSA tentunya bukan tanpa pertimbangan. Serangga ini dinilai tinggi akan serat dan mengandung banyak protein; serta, merupakan cara mengonsumsi protein yang lebih berkelanjutan dibandingkan produk daging sapi atau babi.
Selain itu, rendahnya emisi karbon dari makanan berbasis serangga telah menjadikannya topik hangat dalam industri makanan selama beberapa waktu. Dengan tren kuliner yang terus berubah, serta meningkatnya ketertarikan akan alternatif produk susu nabati, bahan makanan dari serangga bisa jadi pilihan lain.
“Penilaian EFSA pertama tentang serangga sebagai makanan baru dapat membuka jalan untuk persetujuan lain di seluruh Uni Eropa,” ungkap Ermolaos Ververis, peneliti EFSA kepada The Guardian. “Evaluasi dan penilaian kami adalah langkah yang perlu dilakukan dalam membuat regulasi makanan baru, dengan mendukung pembuat kebijakan di Uni Eropa untuk mengambil keputusan berbasis sains dan memastikan keamanan konsumen.”
Ada beberapa cara untuk pengolahan larva; dikeringkan dan digunakan utuh dalam hidangan seperti kari, atau digiling untuk membuat tepung —yang cocok sebagai bahan biskuit, pasta, atau bahkan roti.
Sebenarnya di berbagai belahan dunia lain seperti di Afrika dan Amerika Tengah bahkan di Asia, beberapa serangga telah menjadi konsumsi manusia. Tetapi, berbeda dengan di Eropa yang tidak familiar, masyarakat mungkin akan sulit menerima hal tersebut. Walau begitu, pengumuman EFSA ini berhasil menimbulkan rasa optimisme bagi perusahaan makanan berbasis serangga.
“Kita perlu merayakan terobosan ini. Ini adalah pencapaian besar yang memberi penghargaan atas kerja yang telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh seluruh industri serangga Eropa yang dikumpulkan di bawah payung IPIFF (Platform Internasional Serangga untuk Makanan dan Pakan). Ini bisa membuktikan keunggulan industri serangga Eropa dan Prancis, serta kepemimpinannya secara global,” kata Antoine Hubert, CEO dari start-up makanan berbasis serangga Ÿnsect.
"Kami berharap penilaian positif ini akan menjadi jalan pembuka dan memfasilitasi persetujuan lain dengan otoritas Eropa dan non-UE tentang industri kami," tambahnya.
Reporter: Natashia Loi
