kumparan
3 Desember 2019 12:12

Bisakah Seorang Atlet Jadi Vegetarian?

Ilustrasi makanan vegetarian
Ilustrasi makanan vegetarian Foto: Shutter Stock
Kebutuhan gizi seorang atlet tentunya berbeda. Mereka membutuhkan lebih banyak energi untuk melakukan berbagai latihan setiap harinya. Apalagi, bila sedang berlaga di tengah kompetisi.
ADVERTISEMENT
Salah satu jenis nutrisi penting yang dibutuhkan oleh seorang atlet adalah protein, khususnya asam amino. Nutrisi inilah yang mengatur proses metabolisme tubuh, sehingga membuat performa tetap prima.
Lalu, bolehkah atlet menjadi seorang vegetarian?
Menurut Mury Kuswari, sport nutritionist sekaligus ketua umum Asosiasi Nutrisionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia (ANOKI), sejatinya tak ada masalah untuk atlet yang menganut pola makan vegetarian. Yang penting, mereka memang sudah menjalani pola makan tersebut sedari dulu.
Makanan atlet
Makanan atlet Foto: Shutter Stock
"Banyak atlet juara yang vegetarian. Tapi, yang menjadi titik poinnya adalah mereka vegetarian selama waktu dari latihan. Bukan berarti atlet, sudah sering makan daging, tiba-tiba mau vegetarian. Itu yang salah," jelasnya saat dihubungi oleh kumparan melalui pesan elektronik.
ADVERTISEMENT
Lalu, bagaimana cara memenuhi asupan nutrisinya agar atlet vegetarian tetap bertenaga?
Para olahragawan yang menganut diet vegetarian bisa memenuhi sumber proteinnya dengan mengonsumsi beragam jenis kacang. Misalnya, kombinasi kacang perak, lalu kacang polong. Supaya, asam aminonya makin lengkap.
Ilustrasi sayuran beku
Ilustrasi kacang polong beku Foto: Shutter Stock
Tetapi, bila tak punya banyak waktu, khususnya saat sedang bertanding, asupan asam amino bisa dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen tambahan.
"Jadi, ada suplemen tambahan, misalnya asam amino plus dan lain lain, untuk mendukung kebutuhan nutrisinya. Jangan sampai, ketika dia vegetarian, jadi kekurangan asam amino yang berkaitan dengan performanya," imbuh Mury.
Jadi, ketika atlet sudah terbiasa untuk menjalani diet vegetarian, tubuh mereka otomatis telah beradaptasi. Sehingga, asalkan kebutuhan nutrisinya terpenuhi, performa atlet pun tak akan mengalami masalah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan