Botanic House, Tempat Makan Enak di Dalam Royal Botanic Garden

12 November 2019 13:47
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Grilled king prawns. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Grilled king prawns. Foto: Toshiko/kumparan
ADVERTISEMENT
Walaupun banyak gedung tinggi, Sydney punya banyak taman kota untuk sekadar melepas penat. Misalnya saja, Royal Botanic Garden, salah satu taman yang terkenal di sana. Serunya, ada satu tempat makan enak di dalamnya, lho!
ADVERTISEMENT
Adalah Botanic House, sebuah restoran dengan konsep casual dining yang begitu cantik. Bangunannya bak rumah kaca, sehingga kita bisa melihat hijaunya daun dan warna-warni bunga yang cantik sambil menikmati makanan.
Botanic House. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Botanic House. Foto: Toshiko/kumparan
Botanic House. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Botanic House. Foto: Toshiko/kumparan
Pemiliknya adalah seorang mantan juri Master Chef, restauranteur, dan TV presenter, Chef Luke Nguyen. Lahir di Thailand dan besar di Australia oleh orang tua yang berasal dari Vietnam, serta punya keturunan China, tentu Chef Luke punya selera ‘enak’ yang unik.
Semua sajiannya merupakan hasil selebrasi dari adat keluarga Luke yang beragam. Ia mengawinkan rasa khas Asia Tenggara dengan Australia. kumparan pun datang ke tempat makan enak ini dalam rangka media famtrip oleh Destination New South Wales.
Untuk entreé ada tempura eggplant (AUD 14). Topping-nya pakai goji berries, sesame seed, dan corriander. Dicocolnya pakai saus plum.
Tempura eggplant. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tempura eggplant. Foto: Toshiko/kumparan
Ada pula vegetarian turmeric rice crepe (AUD 22); kalau di Vietnam, dikenal sebagai Bánh xèo. Sebenarnya ini bisa jadi makanan utama, atau appetizer untuk dimakan bersama.
ADVERTISEMENT
Pilihannya ada dua; yang dengan daging babi atau vegetarian. Kebetulan kami memilih yang vegetarian dengan isian mung beans, tofu, jamur, dan taoge.
Tempura eggplant.Vegetarian turmeric rice crepe (Bánh xèo). Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tempura eggplant.Vegetarian turmeric rice crepe (Bánh xèo). Foto: Toshiko/kumparan
Siang itu, kami memilih untuk makan tengah. Ada beberapa pilihan lauk. Pertama ada vietnamese red curry mushrooms (AUD 28). Lagi-lagi ini vegetarian karena isinya ada root vegetables seperti lobak dan lainnya. Ada pula kentang kipfler —kentang khas Jerman— dan santan.
Vietnamese red curry. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Vietnamese red curry. Foto: Toshiko/kumparan
Bumbu karinya tak terlalu terasa, namun rasa santannya benar-benar mendominasi. Jadi, benar-benar terasa pekat, meningkat bahan lainnya banyak yang mengandung karbohidrat.
Menu yang kedua adalah grilled king prawns (AUD 36) yang dimasak dengan saus XO garapan Chef Luke. Saus ini merupakan saus khas Kanton yang dikembangkan sejak 1980. Dibuatnya dari aneka seafood kering seperti scallop, ikan, dan udang. Dimasaknya dengan cabai, bawang bombay, dan bawang putih.
Menu di Botanic House. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menu di Botanic House. Foto: Toshiko/kumparan
Udangnya memang agak sedikit keras. Namun, saus xo-nya begitu memikat dengan rasa gurih, pedas, dan sedikit rasa manis. Ada pula tempura daun saltbush yang bikin makin kaya rasanya.
ADVERTISEMENT
Lauk lainnya adalah wok tossed 100 day grain-fed black angus (AUD 44). Dimasaknya dengan native pepper garlic, saus tiram, dan pepaya hijau. Dagingya sungguh empuk dengan dominasi rasa lada yang kuat.
Wok tossed 100 day grain-fed black angus. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wok tossed 100 day grain-fed black angus. Foto: Toshiko/kumparan
Sisanya, kami juga memesan calamari dan beberapa sauted vegetables. Lengkap, kan untuk makan siang?
Bisa juga untuk ngopi cantik
Mocha. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mocha. Foto: Toshiko/kumparan
Selain untuk brunch atau makan siang. Botanic House juga pas banget buat ngopi cantik. Kebetulan, kami stay di sana hingga agak sore; jadi sekalian ngopi.
Saya memesan mocha hangat. Kopinya tak terlalu kuat, namun cokelatnya benar-benar kaya. Rasa susunya juga cenderung terlalu kuat. Walhasil, rasanya jadi creamy.
Untuk dessert-nya, kami memesan vietnamese coffee tres leches. Sebenarnya agak lucu melihat perpaduan dessert khas Meksiko ini dengan kopi vietnam yang terkenal dengan rasa kuatnya.
Vietnamese coffee tres leches. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Vietnamese coffee tres leches. Foto: Toshiko/kumparan
Enggak hanya dipadukan dengan kopi, mereka juga menggunakan miso caramel. Chef Luke pun bermain dengan tekstur lewat tambahan chinese almond cookie. Sementara tekstur lembutnya, ia mainkan dari es krim soy sauce-nya.
Stiky rice. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Stiky rice. Foto: Toshiko/kumparan
Meski ada beberapa elemen rasa yang kuat —misalnya saja penggunaan soy sauce— justru tidak ada rasa yang mendominasi. Rasanya begitu seimbang; dengan tekstur yang beragam. Sedap!
ADVERTISEMENT
Lalu menu manis yang juga bisa kamu coba adalah stiky rice mereka. Dilengkapi dengan buah dan mango pudding yang segar. Stiky rice yang digunakan pun pakai ketan hitam; cantik di lihat dan segar dimakan. Cocok untuk menutup makan siang kami hari itu.
Nah, bagi kamu yang sedang ada di Sydney, Australia, enggak ada salahnya memasukkan Botani House ke itinerary tempat makan enak atau tempat ngopi cantik kami. Jangan lupa abadikan foto kamu di sana ya, karena tempatnya begitu Instagramable!
Botanic House
Alamat: Royal Botanic Gardens
Jam buka: Senin-Jumat (12.00-16.00) | Sabtu-Minggu (09.30-16.00)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020