kumparan
search-gray
Food & Travel7 Januari 2020 13:17

Diet Mediterania Dinobatkan sebagai Diet Terbaik Tahun 2020

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Diet Mediterania
Ilustrasi Diet Mediterania Foto: Instagram @signemeirane
Sepanjang tahun 2019 lalu, banyak metode diet yang bermunculan dan populer. Mulai dari diet keto, diet mediterania, diet paleo, sampai diet intermittent yang konsepnya mirip seperti puasa. Tiap metode diet tersebut punya aturan pola makan yang berbeda, dan kelebihannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Di antara sekian banyak metode yang ada, rupanya diet mediterania dianggap sebagai yang terbaik dan paling menyehatkan. Laporan yang dikeluarkan oleh U.S. News & World Report menilai, diet mediterania sebagai pola makan yang paling mudah untuk diikuti dan paling sehat.
Tim penilai yang terdiri dari para pakar diet, nutrisi, ahli obesitas, psikolog makanan, pakar diabetes, dan pakar penyakit jantung melakukan penilaian terhadap berbagai metode diet dengan tujuh acuan.
Mulai dari tingkat kemudahan diet, seberapa efektif dalam menurunkan berat badan dalam jangka pendek dan jangka panjang, kelengkapan nutrisi, keamanan, serta peluang mencegah, dan mengatasi diabetes serta penyakit jantung.
Ilustrasi diet mediterania
Ilustrasi diet mediterania Foto: Pixabay
Dari 35 metode diet populer lainnya, diet mediterania tetap jadi pilihan terbaik tahun ini, setelah sebelumnya menduduki posisi pertama di tahun 2018 dan tahun 2019.
ADVERTISEMENT
"Diet mediterania menawarkan berbagai manfaat kesehatan; termasuk menurunkan berat badan, kesehatan jantung dan otak, mencegah kanker, serta mencegah dan mengontrol diabetes," tulis pihak US News dan World Report dalam laporannya tersebut.
Dengan menerapkan diet mediterania, kita bisa menurunkan berat badan sekaligus menghindari berbagai penyakit kronis.
Sebagai catatan, diet mediterania sejatinya pola makan terstruktur --bukan diet ketat. Kita sendiri yang harus mengatur seberapa banyak asupan kalori yang harus disantap untuk menurunkan atau mempertahankan berat badan, apa yang harus dilakukan untuk tetap aktif, dan bagaimana kita mengatur menu diet mediterania tersebut.
Ilustrasi diet mediterania
Ilustrasi diet mediterania Foto: Pixabay
Diet mediterania terinspirasi dari negara-negara yang ada di wilayah Laut Mediterania --termasuk Yunani, Italia, dan Spanyol. Diet tersebut menekankan pada pola makan yang mengurangi konsumsi daging merah, gula, dan lemak jenuh. Harus lebih banyak menyantap olahan laut; seperti ikan yang kaya omega-3, dan minyak zaitun.
ADVERTISEMENT
Pola makan ini juga mendorong lebih banyak konsumsi buah-buahan, sayuran, gandum utuh, kacang polong, kacang-kacangan, legum, minyak zaitun, dan berbagai rempah. Ikan dan hidangan laut dikonsumsi setidaknya beberapa kali seminggu.
Sementara telur, keju, dan yoghurt disantap dalam jumlah sedang, dan hanya mengonsumsi makanan manis, serta daging merah dalam acara khusus.
Ilustrasi diet mediterania
Ilustrasi diet mediterania Foto: Pixabay
Selain diet mediterania, diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) menempati posisi kedua sebagai pola maka tersehat versi U.S. News & World Report.
"Entah sedang mencoba untuk menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan jantung, belum tentu kita bisa cocok dengan metode diet tertentu," jelas Angela Haupt, managing editor of health U.S. News, seperti dikutip dari Medical Daily.
ADVERTISEMENT
Ia juga menambahkan, laporan 2020 Best Diets tersebut hanya menyediakan informasi dan data yang dibutuhkan. Sehingga, seseorang bisa menentukan mana metode diet yang paling cocok untuk mereka, tentunya setelah berkonsultasi dengan ahli diet terlebih dahulu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white