Kumparan Logo

Dinilai Tinggi Lemak, Benarkah Makan Keju Bikin Berat Badan Naik?

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makan keju Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan keju Foto: dok.Shutterstock

Dari banyaknya jenis makanan yang cepat meningkatkan berat badan, keju mungkin masuk dalam sebagai salah satunya. Ya, olahan susu tersebut memang sering dianggap sebagai makanan penimbun lemak. Ini karena, keju termasuk asupan padat kalori.

Bahkan, meski mengonsumsinya dalam porsi kecil pun, kandungan kalori yang diperoleh bisa tinggi. Misal 1 ons cheddar memiliki 115 kalori, sementara 1 ons parmesan mengandung 100 kalori. Maka dari itu, disarankan untuk membatasi asupannya, setidaknya cukup makan 1 ½ ons keju saja per hari.

Meski begitu, tidak jarang, kalau beberapa menu diet kerap menyertakan keju. Nah, untuk yang satu ini, umumnya keju yang dipilih juga tidak sembarangan. USDA menyarankan, bila ingin konsumsi keju selagi diet, dianjurkan makan keju cottage yang hanya memiliki 28 kalori saja per onsnya.

kumparan post embed

Tetapi, untuk memastikan bahwa keju benar-benar berkontribusi dalam penambahan berat badan, agaknya butuh peninjauan lebih lanjut. Mengutip Livestrong, hubungan keduanya bisa jadi lebih kompleks. Memang benar kalau keju dianggap menyumbang kalori cukup besar dari jumlah kebutuhan kalori per hari.

keju cottage Foto: Shutterstock

Namun, agaknya hal ini berbanding terbalik dengan penemuan studi American Journal of Clinical Nutrition tahun 2016. Peneliti mengkaji 18.438 perempuan dewasa yang cukup rutin mengonsumsi produk olahan susu.

Hasilnya ditemukan, bahwa tak seluruh produk susu langsung membuat obesitas atau kenaikan berat badan. Bahkan, tim peneliti mengungkap konsumsi olahan susu tinggi lemak laiknya keju, mengurangi risiko penyakit kronis; seperti diabetes, dibandingkan konsumsi susu rendah lemak.

kumparan post embed

Penelitian terdahulu di tahun 2006, menyatakan pula bila rutin konsumsi keju tidak serta-merta langsung membuat berat badan naik. Dalam penelitian tersebut, dijelaskan bila hasil ini bisa dipengaruhi dari masing-masing merek. Lantaran tak semua merek olahan keju menghasilkan dampak yang serupa; entah itu bisa naik atau justru menurunkan berat badan.

keju camembert Foto: Shutterstock

Di samping anggapan bahwa keju tinggi lemak. Nyatanya, vitamin yang disumbangkan pada tubuh juga melimpah. Ada vitamin A, B-12, fosfor, hingga kalium. Hampir semua kandungan tersebut memberi manfaat untuk tubuh. Mulai dari menjaga kesehatan tulang, gigi, sampai fungsi otak.

Kendati, bila kamu benar-benar khawatir keju akan membuat diet gagal dan langsung bikin gemuk. Bukan berarti kamu harus berhenti memakannya. Ada baiknya untuk memilih keju rendah kalori serta batasi jumlah konsumsinya.

Misal, pilih keju cottage dan cukup makan sebanyak 2 cangkir per hari. Jumlah ini disarankan oleh USDA, supaya bobot tubuh pun tetap stabil. Sehingga, kekhawatiran akan konsumsi keju tak akan membayangi lagi, karena porsi tersebut tidak langsung menghabiskan total kebutuhan kalori dalam satu hari.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed