Kumparan Logo

Duh, Makanan Cepat Saji Bisa Mencemari Bumi, Bagaimana Caranya?

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makanan cepat saji Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan cepat saji Foto: dok.shutterstock

Pernahkah kamu berpikir bahwa makanan cepat saji, mi instan, minuman kekinian, dan lainnya ternyata bisa mencemari lingkungan? Mungkin, dahulu kita hanya berpikir kalau makanan yang kita makan nantinya akan memengaruhi kesehatan. Namun, rupanya apa yang kamu makan juga menentukan nasib planet ini.

Mengutip Times of India, menurut sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa makanan olahan memiliki dampak pada spesies tanaman. Tak hanya itu, makanan yang dikonsumsi manusia juga bisa merusak lingkungan planet.

Makanan olahan dan cepat saji yang bisa mencemari bumi; seperti makanan ringan manis atau asin, minuman ringan, mi instan, produk daging yang dilarutkan, frozen pizza, pasta siap santap, biskuit, dan kembang gula. Beberapa makanan ini dibuat dengan menggabungkan bahan makanan, yang sebagian besar dari bahan aditif 'kosmetik'. Sampai-sampai, pakar nutrisi dari Brasil, Amerika Serikat dan Australia telah meneliti masalah ini.

Ilustrasi Sampah Makanan Cepat Saji. Foto: Shutter Stock

Mereka memperingatkan bahwa produk-produk makanan tersebut, adalah dasar dari pola makan global, yang akhirnya menjadi dominan dalam pasokan makanan dunia. Lalu, hal ini juga dipengaruhi oleh penjualan dan konsumen yang tumbuh di semua negara, terutama di negara-negara berpenghasilan menengah ke atas dan menengah ke bawah.

Menurut para ahli, keragaman hewan, tumbuhan dan mikroorganisme yang digunakan untuk pangan dan pertanian telah menurun. Hal ini disebabkan terutama akibat genetik tanaman yang digunakan untuk konsumsi manusia. Selain itu, pola makan masyarakat menjadi kurang beragam, dan makanan olahan atau cepat saji menjadi makanan yang diandalkan dalam pola hidup.

Lebih lanjut, sebanyak 90 persen asupan energi manusia berasal dari 15 tanaman pangan, dan lebih dari empat miliar orang hanya mengandalkan beras, gandum, dan jagung.

Ilustrasi nasi putih. Foto: Shutter Stock

Produksi makanan olahan melibatkan penggunaan bahan-bahan yang lebih banyak diekstraksi dari beberapa spesies tanaman dengan hasil tinggi. Di antaranya jagung, gandum, kedelai, dan tanaman biji minyak. Maksudnya adalah, bahwa bahan hewani yang dalam makanan olahan itu, banyak yang berasal dari sumber terbatas yang diberi makan tanaman yang sama.

Dalam memproduksi makanan olahan, manusia menggunakan lahan, air, energi, herbisida dan pupuk, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti emisi gas rumah kaca dan akumulasi limbah kemasan.

"Peningkatan yang sangat cepat dari makanan olahan dalam rantai pola makan manusia akan terus memberikan tekanan pada keragaman spesies tanaman yang tersedia untuk konsumsi manusia," kata Fernanda Helena Marrocos Leite, dari Sekolah Kesehatan Masyarakat di Universitas Sao Paulo di Brasil.

Penulis: Ade Naura Intania