Kumparan Logo

Horchata, Minuman Creamy asal Meksiko yang Bisa Jadi Next Matcha?

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Horchata. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Horchata. Foto: Shutterstock.

Selama beberapa tahun terakhir, matcha menjadi minuman kekinian yang digandrungi oleh banyak kalangan. Hampir di setiap coffee shop, kafe, hingga brand minuman besar, matcha hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari latte, frappe, dessert drink, sampai kreasi fusion dengan kopi.

Namun, setelah tren matcha begitu kuat menguasai selera banyak orang, kini muncul satu minuman lain yang mulai mencuri perhatian, horchata. Minuman creamy dengan cita rasa manis lembut dan aroma kayu manis ini perlahan masuk ke menu kafe, coffee shop, hingga bar di berbagai negara.

Horchata sendiri bukan minuman baru. Dikutip dari The Spruce Eats, horchata adalah nama umum dalam bahasa Spanyol untuk berbagai minuman manis yang dibuat dari biji-bijian dan kacang-kacangan yang digiling, air, gula, dan rempah.

Minuman ini berasal dari Spanyol yang dikenal dengan nama horchata de chufa, berbahan tiger nut. Namun, ketika berkembang di Amerika, dikenal menjadi horchata Meksiko berbasis beras.

Di Meksiko, horchata biasanya dibuat dari beras, air, gula, dan rempah seperti kayu manis, sehingga tampilannya mirip susu meski umumnya tidak menggunakan produk dairy. Rasanya cenderung lembut, manis, creamy, dan menyegarkan, sehingga cocok diminum dingin dengan es.

Popularitas Horchata & Peluang Bisnis bagi Brand

Horchata. Foto: Shutterstock.

Tingginya minat pada horchata bukan klaim semata. Dilansir dari The Guardian, data pencarian Google di Inggris menunjukkan minat terhadap minuman ini mulai meningkat.

Dalam tiga bulan di semester I 2026, pencarian “what is horchata” naik 30 persen, sementara pencarian “mexican horchata” meningkat 20 persen. Bahkan, istilah “horchata BuzzBallz” masuk kategori breakout, yang berarti pencariannya melonjak lebih dari 5.000 persen.

Kenaikan minat ini memperlihatkan bahwa horchata mulai digandrungi pencinta kuliner, terutama mereka yang gemar mencoba minuman baru kekinian. Media sosial juga ikut mempercepat penyebarannya, karena banyak kreator membagikan resep horchata rumahan versi Meksiko yang relatif mudah dibuat.

Di sisi lain, brand besar mulai menangkap peluang tersebut. Starbucks misalnya, yang menghadirkan Iced Horchata Oatmilk Shaken Espresso di Amerika Serikat pada 2025.

Dikutip dari situs resmi Starbucks, minuman tersebut berhasil melampaui performa semua seasonal Iced Shaken Espresso sebelumnya hingga 44 persen sejak diluncurkan.

Tidak hanya hadir di jaringan minuman besar, horchata juga mulai banyak dikreasikan oleh kafe dan restoran independen. Beberapa coffee shop menghadirkan dirty horchata dengan tambahan espresso, sementara yang lain mengolahnya menjadi horchata latte, horchata matcha, horchata chai, hingga coconut horchata.

Daya tarik horchata terletak pada rasanya yang creamy, manis, dan mudah dipadukan dengan berbagai bahan. Setelah matcha dikenal dengan karakter earthy dan sedikit pahit, horchata menawarkan alternatif yang lebih lembut, menyegarkan, dan terasa seperti dessert dalam bentuk minuman.

Bagaimana Peluang Horchata di Pasar Asia?

Horchata pun punya peluang menarik di pasar Asia termasuk Indonesia, karena karakternya dekat dengan selera minuman creamy, manis, dan menyegarkan. Meski belum banyak riset spesifik soal minat orang Asia terhadap horchata, tren minuman di Asia menunjukkan konsumen cukup terbuka pada kreasi rasa baru dan dessert drink.

Riset Innova Market Insights mencatat lebih dari separuh konsumen Asia tertarik pada kreasi makanan dan minuman yang unik serta memberi pengalaman indulgent. Temuan ini relevan untuk horchata, karena minuman berbasis beras, kayu manis, dan susu tersebut mudah dikembangkan menjadi latte, frappe, dessert drink, hingga menu fusion.

Di Indonesia, horchata juga berpotensi masuk lewat kafe dan brand minuman yang sudah terbiasa bereksperimen dengan kopi susu, matcha, hojicha, atau milk tea. Apalagi, laporan InsightAsia menunjukkan konsumen Indonesia tertarik pada tren minuman dengan natural ingredients, functional benefits, serta premium/craft offerings, yang bisa menjadi celah bagi horchata untuk diposisikan sebagai pilihan minuman creamy yang lebih fresh.