Kumparan Logo

Kebiasaan Makan Pakai Saus Sambal, Ini 5 Efeknya pada Tubuh

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makan makanan pedas.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan makanan pedas. Foto: Shutterstock

Bagaikan sayur tanpa garam, makan pun tanpa sambal rasanya akan hambar. Terlebih bagi masyarakat Indonesia yang terbiasa makan makanan pedas setiap hari. Sambal ulek hingga saus sambal pun tak boleh absen dalam setiap kali waktu makan.

Sebenarnya, mengonsumsi saus sambal memberikan efek baik yang jarang kita ketahui, lho. Mulai dari mengendalikan nafsu makan, sampai membantu proses diet. Tak jarang pula, makanan pedas atau saus semacamnya sering direkomendasikan sebagai penambah rasa bagi orang yang sedang diet.

Meski begitu, apa pun yang dikonsumsi berlebihan juga tak akan baik. Lantaran, akan timbul juga efek samping berbahaya bagi kesehatan. Nah, supaya tak berlebihan, maka, yuk cari tahu efek samping hingga manfaat dari mengonsumsi saus sambal sehari-hari

1. Makan sambal menurunkan berat badan

Ilustrasi saus cabai Foto: dok.shutterstock

Sejatinya, makanan pedas seperti saus sambal, memang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi mereka yang sedang diet. Karena, kalori saus sambal, tobasco, dan semacamnya justru lebih rendah dibanding mentega dan olahan susu. Bila kalian menambahkan tobasco atau saus sambal dengan porsi yang sesuai pada makanan, kalori yang bertambah tidak akan sebanyak mentega, dan masih aman untuk dikonsumsi.

2. Menambah rasa pada sayuran

Ilustrasi Botol Saus Foto: Shutterstock/Africa Studio

Sayuran bila tidak diolah dengan bumbu yang sesuai, akan menciptakan rasa hambar dan tak lezat. Nah, menurut ahli diet Ilana Muhlstein, RD, jika sayuran tak cukup menggiurkan, maka bisa tambahkan saus sambal sebagai penambah rasa.

"Saus ini bisa jadi alternatif favorit yang membuat sayuran bergizi jadi tambah lezat. Apalagi untuk orang yang dalam masa dietnya," jelas Muhlstein, dikutip dari Eat This.

3. Membakar lemak

Cabai Foto: Shutterstock

Penelitian uji klinis jurnal Appetite tahun 2012, pernah mengamati bahan capsaicin pada cabai membantu membakar energi sebanyak 50 kalori per harinya. Walau terdengar tak memberikan efek apa pun, nyatanya peneliti yakin hasil tersebut bisa membantu menurunkan berat badan.

Secara alami, mengonsumsi cabai maupun saus sambal dan makanan pedas lain, dapat mengurangi nafsu makan dengan signifikan. Sebab, hal ini juga dipengaruhi karena adanya reseptor TRPV1 yang meregulasi sekresi insulin serta metabolisme glukosa.

4. Lidah akan terasa terbakar

Makan pedas Foto: Shutterstock

Menurut Physiology & Behavior, ditemukan bahwa makanan pedas, mampu membakar kalori lebih banyak di tubuh manusia. Selain itu, mendukung juga untuk penurunan bobot tubuh.

Kendati demikian, makanan pedas atau saus sambal tak baik bila dikonsumsi secara rutin. Terutama bagi orang-orang yang tak terbiasa dengan sensasi pedas. Hal ini justru menyebabkan efek lidah yang terasa amat terbakar dan panas.

5. Gangguan pencernaan

Gangguan Saluran Pencernaan Foto: Thinkstock

Dr. Vivek Kumbhari, direktur endoskopi bariatrik di Johns Hopkins Medicine di Baltimore menjelaskan, bila dikonsumsi berlebihan, capsaicin bisa mengiritasi otot yang membantu kita bernapas, sehingga dapat menyebabkan kejang yang tidak disengaja, alias cegukan.

Dan, ketika capsaicin masuk ke dalam lambung, dapat merangsang produksi lendir dan mempercepat metabolisme. Hal ini akan membuat perutmu terasa sakit bila terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed