Makanan Tinggi Garam dan Lemak Bisa Picu Kumatnya Penyakit Jantung saat Puasa

Seluruh umat muslim memang diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan. Sayangnya, tahun ini kita menjalankan puasa di tengah masa pandemi. Sehingga tak hanya menahan haus atau lapar, kita juga harus menjalankan puasa dalam keadaan benar-benar sehat.
Lain hal dengan mereka yang menderita penyakit kronis, biasanya tidak disarankan untuk puasa apabila tidak memungkinkan. Tentu hal ini ada baiknya dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter masing-masing, minimal sebulan sebelum puasa.
Terlebih menurut data Chinese Center for Desease Control & Prevention menemukan, angka kematian pasien corona dengan penyakit kardiovaskular berisiko 10 kali lebih tinggi dibanding penyakit lainnya.
Maka dari itu, saat mengisi KulZoom bersama LightHouse Indonesia, dr. David Dwi Ariwibowo, Sp.JP., mengatakan pada masa ini para penderita penyakit kardiovaskular tetap bisa menjalani puasa, asal orang tersebut bukan merupakan golongan PDP atau Pasien Dalam Pengawasan. Jika memang sudah dirawat di RS, maka pasien bisa menunda puasa dan menggantinya di lain hari.
Tak hanya itu, penderita penyakit kardiovaskular seperti jantung dan darah tinggi juga disarankan untuk menjaga pola makan selama puasa. Terutama hindari makanan yang mengandung garam dan minyak dengan lemak jenuh. Sebab, mengonsumsi makanan dengan kandungan tersebut secara berlebih bisa memperburuk kesehatan. Itu artinya, gorengan sebaiknya tak jadi menu takjil, ya.
Sebaliknya, penderita penyakit kardiovaskular disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks; yang terkandung dalam sayuran, buah-buahan, kentang, ubi, oat, nasi merah, jagung, dan singkong.
“Makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks lebih disarankan, seperti yang didapatkan pada sayuran, buah, juga kurma yang bisa dikonsumsi saat berbuka. Tak lupa pula diimbangi dengan suplemen vitamin C untuk mendapatkan hasil terbaik,” ungkap Dokter David.
Selain menjaga pola makan, penderita juga harus mengimbangi dengan olahraga ringan untuk tetap menjaga berat badan tubuh supaya tekanan darah normal. Kegiatan olahraga bisa dilakukan saat mendekati berbuka puasa supaya tubuh tidak mengalami dehidrasi.
Tak kalah penting, para penderita penyakit kardiovaskular juga harus menjaga pola stres atau tidur. Bila tidak, bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah dalam tubuh.
“Istirahat seperti biasa, jangan terlalu panjang dan kurang, cukup 7-8 jam karena tidur adalah proses restoratif yang penting ketika tubuh melawan virus. Jadi istirahat juga harus cukup,” ungkapnya.
Selama puasa penderita penyakit kardiovaskular sebaiknya juga membatasi aktivitas fisik, tidak melakukan hal-hal berat yang bisa memperburuk kondisi tubuh. Hal itu ditujukan untuk mencegah dehidrasi dan turunnya kadar gula darah dalam tubuh.
Di sisi lain untuk menjaga kesehatan tubuh di tengah pandemi jalankan pula protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah. Mulai dari tetap beraktivitas #dirumahaja, sering mencuci tangan saat berpergian, menjaga jarak dengan physical distancing; termasuk dengan keluarga di rumah sekalipun.
Tak lupa pula untuk tetap menggunakan masker, tidak menyentuh bagian wajah, hindari berjabat tangan, dan tentunya membersihkan benda yang sering dipegang dengan disinfektan secara berkala.
Reporter: Anselma Hesti
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
