Kumparan Logo

Memiliki Tampilan Sama, Begini Perbedaan Soun dan Bihun

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perbedaan soun dan bihun (Foto: Dok. Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan soun dan bihun (Foto: Dok. Thinkstock)

Saat menyantap bakso, soto atau ketoprak, kamu akan menemukan setangkup bihun di dalam campuran bahan-bahan lainnya. Selain itu, beberapa jenis sup yang populer di Indonesia juga kerap membubuhkan soun sebagai bahan pelengkap. Meski nampak serupa, nyatanya mi putih yang ada dalam sederet makanan tersebut merupakan jenis mi yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Tak hanya berbeda jenis. Bila dilihat lebih seksama, terdapat beberapa perbedaan yang cukup kontras dari segi warna, tekstur hingga rasa antara bihun dan soun. Nah, agar tidak tertukar, yuk simak penjelasan kumparanFOOD berikut ini.

Ilustrasi soun (Foto: Dok. Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi soun (Foto: Dok. Thinkstock)

Soun merupakan sejenis mi tips yang terbuat dari pati kacang hijau, kentang, singkong atau ubi. Dibuat dari bahan yang tinggi akan karbohidrat, membuat teksturnya lebih nampak licin, bening, serta kenyal saat dimasak.

Untuk segi rasa, soun memiliki karakteristik yang mudah menyerap, sehingga saat dikombinasikan bersama bumbu dan kuah kaldu, akan terasa lebih gurih, lembut, dan menyatu dengan bumbu campurannya.

Tak perlu memasaknya terlebih dahulu, soun biasa disajikan dengan cara merendamnya di dalam air panas selama 10-15 menit hingga lunak. Setelah matang, mi bertekstur kenyal dan kering ini akan diolah sebagai bahan campuran beragam hidangan berkuah, seperti sayur sop, bakso, tekwan, kimlo, atau soto.

Ilustrasi bihun (Foto: Dok. Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bihun (Foto: Dok. Thinkstock)

Berbeda dengan soun, bihun dibuat dari campuran tepung beras, air, dan bumbu sederhana. Penampilannya pun terlihat lebih kusam, tipis, serta mudah patah saat diolah. Setelah dimasak, tekstur bihun tidak selicin dan sebening soun. Kendati demikian, teknik pengolahan bihun tak jauh berbeda dengan soun. Yakni hanya direndam dengan air panas 1-3 menit sampai seluruh bagian bihun layu dan melunak.

Selain disajikan sebagai campuran bakso dan ketoprak, bihun juga kerap diolah menjadi tumisan, isian gorengan, hingga digoreng kering dan dicampurkan dengan bumbu asin dan pedas sebagai camilan.

Sudah tau kan cara membedakan bihun dan soun?