Kumparan Logo

Mencelupkan Kantong Teh Berulang Kali, Adakah Pengaruhnya?

kumparanFOODverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi teh celup Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teh celup Foto: Pixabay

Teh celup bisa jadi solusi bagi mereka yang ingin ngeteh dengan cara praktis. Tinggal diseduh air panas dan menunggunya beberapa menit, secangkir teh hangat sudah siap tersaji.

Menariknya, 'gaya' tiap orang dalam menyeduh teh celup ini banyak ragamnya. Ada yang hanya menaruh kantong teh celup dalam air panas lalu mendiamkannya hingga terekstrak. Ada juga, yang mencelupkannya hingga beberapa kali.

Banyak orang percaya, mencelupkan kantong teh berulang kali akan mempersingkat waktu penyeduhnya. Daun teh akan lebih cepat terekstrak, dan air cepat berubah warna.

embed from external kumparan

Rupanya, hal itu cuma mitos belaka. Seorang ahli kimia teh bernama Matt Harbowy menegaskan, mencelupkan kantong teh berulang kali tak akan memberikan efek apapun.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses difusi atau ekstrasi teh celup lebih dipengaruhi oleh material kantongnya daripada cara mencelupnya.

"Dari beberapa percobaan yang dilakukan dalam berbagai situasi, saya tidak menemukan adanya perbedaan antara teh yang dicelup berulang kali dan yang tidak pada situasi yang telah terkontrol," tulisnya seperti dikutip dari Forbes.

Selain itu, Harbowy juga menambahkan, banyak faktor tak terprediksi lainnya yang bisa mempengaruhi proses ekstrasi teh. Misalnya, tingkat kekeringan daun teh. Semakin kering daunnya, semakin lama pula ia menyerap air. Ini membuat proses penyeduhan jadi lebih lama.

Bentuk potongan daunnya pun bisa berpengaruh. Beberapa produsen teh celup menghancurkan bagian luar daun yang bergelombang. Mereka melakukannya untuk mempercepat penyerapan air.

Ilustrasi teh celup Foto: Pixabay

Lalu, kenapa muncul persepsi kalau teh yang dicelup berulang kali bisa membuat penyeduhannya jadi lebih cepat?

Memasukkan kantong teh berulang kali ke dalam gelas memberikan kita sebuah kegiatan. Dengan demikian, waktu menunggu seakan-akan berkurang. Beda halnya, kalau kantong teh hanya didiamkan begitu saja, pasti akan terasa lebih lama.

"Kalau kita membiarkan kantong teh di dalam gelas, daun teh akan terekstrak menjadi cairan dan berkumpul di sekitar kantong. Saat diaduk, barulah warna gelap memenuhi satu gelas. Jadi, sebenarnya tak ada bedanya," pungkas Harbowy.

Kalau kamu sendiri, bagaimana? Lebih sering mencelupkan kantong teh atau mendiamkannya?

embed from external kumparan