kumparan
21 Januari 2020 9:24

Mengungkap Sisi Lain si Mutiara Hitam, Lewat Event Kopi Penyangga Bumi

Kopi Ethiopia
Seorang pekerja memetik buah kopi di perkebunan distrik Shebedino, Sidama, Ethiopia. Foto: REUTERS / Maheder Haileselassie
Jendela pada dunia kopi tampaknya semakin terbuka. Semakin banyak orang yang tak hanya mengenal kopi karena rasanya saja. Semakin banyak pula yang melihat sisi lain dari manfaat kopi. Bak mutiara hitam, dengan sinarnya, kopi seolah kini menerangi lingkungan sekelilingnya. Kopi sebagai penyangga bumi.
ADVERTISEMENT
Begitu kira-kira paham yang kini disepakati oleh para aktivis kopi. Barista, penikmat, hingga produsen pengin kopi semakin bisa mengungkapkan jati dirinya.
"Kami memiliki keresahan soal bagaimana peran kopi terhadap bumi. Setelah melewati berbagai diskusi kami memahami bahwa kopi perannya sangat besar. Kopi sekarang ini bukan hanya soal rasa, ia bisa dijadikan produk lainnya. Misalnya, ampas kopi yang jadi kain, kopi jadi musik, bungkus susu jadi tas, hingga perkebunannya yang juga bermanfaat untuk planet ini," ungkap Handoko Hendroyono, founder Direktur Utama PT Ruang Riang Milenial (M Bloc), dalam konferensi pers 'Kopi Penyangga Bumi' di M Bloc Jakarta, Senin (20/1).
Konferensi pers 'Kopi Penyangga Bumi' di M Bloc
Konferensi pers 'Kopi Penyangga Bumi' di M Bloc Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Keresahan pemilik Filosofi Kopi tersebut juga dirasakan oleh aktivis kopi lainnya. Ada Mikael Jasin (pemenang Barista Championship 2019), Muhammad Aga (pemenang Indonesia Barista Championship 2018), Andanu Prasetyo (pemilik Toko Kopi Tuku), Ridho (SLANK), Irvan Helmi (pemilik Anomali Coffee), Rio Dewanto, dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
Sebagai solusinya, Handoko selaku penggagas acara tersebut mengajak para aktivis kopi itu untuk menyamakan suara; berkolaborasi guna memajukan peran kopi mulai dari hulu hingga ke hilir.
Acara ini akan diadakan di seluruh kedai kopi sekitar wilayah Jakarta Selatan. Bentuk acaranya pun laiknya pameran, namun di setiap kedai kopinya konsepnya akan berbeda-beda.
"Pameran ini nanti sifatnya bukan eksklusif melainkan inklusif, dan kita akan merayakan kejayaan kopi Indonesia di berbagai tempat di Selatan Jakarta. Nanti kita akan kasih directory yang bisa ditemukan salah satunya akan dipasang di M Bloc, atau di sosial media, serta website," tambahnya.
Konferensi pers 'Kopi Penyangga Bumi' di M Bloc
Konferensi pers 'Kopi Penyangga Bumi' di M Bloc Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Pameran ini rencananya akan di adakan pada 27, 28, dan 29 Maret 2020. Dengan target pengunjung para penikmat, pencinta, hingga masyarakat umum yang pengin tahu lebih soal dunia kopi itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Salah satu contoh kopi sebagai penyangga bumi, diungkapkan oleh Irvan Helmi, pemilik Anomali Coffee. "Awalnya saya dan kakak saya menanam cokelat karena kebetulan saya juga punya Pipiltin Cocoa. Namun, suatu ketika kami mendapatkan bibit kopi dan mencoba di sekitaran perkebunan cokelat kami. Tak disangka, perkebunan ini justru jadi satu ekosistem baru bagi se-ekor cendrawasih. Dari situ kami melihat, alam, penghasil, hingga yang mengonsumsi, ketiganya harus saling bergantung. Kita jangan lupa kalau kita juga bergantung pada alam," tuturnya.
Termasuk Muhammad Aga, yang sudah berkecimpung di dunia kopi sejak 10 tahun yang lalu. Barista sekaligus pemilik kedai Coffee Smith ini sedang menjalankan program 'Telusur Rasa.' Dikatakan Aga, program ini menjadi sebuah bentuk keikutsertaannya agar semakin bermakna bagi dunia kopi.
Konferensi pers 'Kopi Penyangga Bumi' di M Bloc
Konferensi pers 'Kopi Penyangga Bumi' di M Bloc Foto: Azalia Amadea/Kumparan
"Saya ingin lebih bisa bermakna di dunia kopi ini. Awalnya karena, saya melihat mereka yang punya usaha kopi, kok bisa semudah itu membuat masyarakat suka sama kopi. Melalui telusur rasa, saya mau e apa saja yang saya dapat dari hulu ke hilir agar orang lain juga bisa lebih tahu lagi tentang kopi," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Temuan-temuan tersebut, yang akan terangkum dalam acara Kopi Penyangga Bumi ini, diharapkan Handoko dapat bisa lebih dekat dengan isu dunia.
"Topiknya yang diangkat tersebut diharapkan jadi bisa lebih dekat ke dunia. Lewat acara ini, semacam mau ngomong bahwa yang menjaga bumi ini kopi Indonesia, lho. Dan, itu fakta," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan