Museum di AS Bagikan Resep Masakan saat Perang Dunia Pertama, Tertarik Mencoba?

Pernahkah kamu bertanya-tanya, kira-kira, makanan seperti apa yang biasa disantap semasa perang? Museum Nasional Perang Dunia Pertama di Amerika Serikat punya jawabannya.
Mereka bahkan tak hanya menampilkan dokumentasi hidangan yang disantap pada masa tersebut, tapi juga lengkap dengan resep masakannya.
Seperti pada negara-negara lainnya, museum yang ada di Kansas ini terpaksa tutup karena pandemi COVID-19. Supaya pengunjung tetap bisa 'berkunjung' dan mempelajari sejarah, pihak Museum Nasional Perang Dunia Pertama pun mengadakan pameran virtual yang dipublikasikan secara online.
Pameran bertajuk War Fare: From the Homefront to the Frontlines ini menyajikan slideshow yang menggambarkan situasi pangan di masa Perang Dunia Pertama.
"Meski COVID-19 dan Perang Dunia Pertama atau pandemi flu tahun 1918 adalah situasi yang pada dasarnya berbeda, tapi mereka sama-sama menyebabkan kelangkaan kebutuhan pokok, termasuk makanan. Pesan mendasar yang berlaku untuk seluruh situasi adalah bahwa menerapkan penjatahan makanan bisa menciptakan perbedaan," ungkap Lora Vogt, kurator museum edukasi seperti dikutip dari Food and Wine.
Ia juga menjelaskan, selama Perang Dunia Pertama, terjadi kelangkaan bekal makanan bagi 65 juta penduduk Amerika Serikat tergabung dalam pasukan militer. Pemerintah Amerika Serikat lalu mengeluarkan buku masak berjudul Win the War in the Kitchen pada tahun 1918.
Buku tersebut menjadi solusi untuk membuat pasokan bahan makanan pokok seperti daging dan gula lebih awet, dengan cara meminimalisir penggunaannya, atau menggunakan opsi alternatif.
"Konsepnya adalah, ketika seseorang tak menggunakan satu sendok makan gula di dapurnya, itu berarti gula tersebut dapat digunakan untuk membantu seorang prajurit yang berjuang selama Perang Dunia I," imbuh Vogt.
Peluncuran kembali buku resep melalui pameran museum tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan bahan makanan langka. Khususnya, di tengah krisis pandemi ini.
Resep tersebut juga menyediakan informasi tentang pengganti bahan makanan pokok yang kreatif, bahkan tak terpikirkan dalam metode memasak modern.
Museum Nasional Perang Dunia Pertama menyajikan sembilan resep dari buku Win the War in the Kitchen; roti kentang, marmalade aprikot dan prune, scalloped cabbage, roti jagung, bean and tomato stew, nasi gurih, daging unggas dengan kacang polong, buckwheat chocolate cake, dan chocolate fudge frosting.
Resep pada buku masak asli ditulis secara lebih singkat dan memakai bahan-bahan serta instruksi yang mungkin sulit dipahami pembaca di abad ke-21. Untuk itu, pihak museum menyediakan resep yang agak berbeda dengan resep asli, sehingga lebih mudah untuk diadaptasi.
"Istilah memasak dan beberapa bahan makanan telah berubah selama 100 tahun terakhir, sehingga ada beberapa modifikasi untuk mengganti bahan tersebut. Misalnya, resep terbaru dari chocolate fudge frosting, yang hampir mirip seperti resep di masa Perang Dunia I," ungkap Vogt.
Ia melanjutkan, bahan yang dimodifikasi adalah penggunaan mentega untuk menggantikan lemak. Resep-resep yang terangkum adalah masakan yang umum dibuat selama era Perang Dunia I, dan telah bertahan hingga 100 tahun kemudian.
Tertarik untuk mencoba membuat ulang resep bersejarah semasa Perang Dunia Pertama? Kamu bisa melihatnya langsung di exhibitions.theworldwar.org/war-fare. Siapa tahu, bisa mengusir rasa bosan selama #dirumahaja, kan?
