Kumparan Logo

Museum Gastronomi Indonesia Virtual Pertama, Angkat Kisah 5 Kuliner Nusantara

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kuliner Indonesia Foto: Shutterstock/Ariyani Tedjo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kuliner Indonesia Foto: Shutterstock/Ariyani Tedjo

Museum Gastronomi Indonesia (MGI) virtual resmi diluncurkan secara daring, pada Kamis (17/6) oleh Indonesia Gastronomy Community (IGC), dan bekerja sama dengan PT. Siji Solusi Digital.

Museum virtual ini menghadirkan kisah dari lima kuliner khas Nusantara. Mulai dari sejarah, proses produksi, penggunaan bumbu, hingga keragaman jenis; yang dibalut dalam animasi 3 dimensi, infografis, narasi, serta video.

Museum yang dapat diakses melalui website museumgastronomi.id akan memamerkan kisah di balik sajian rendang, soto, nasi goreng, sate, dan gado-gado pada fase peluncuran pertamanya. Terlebih, kelima kuliner tradisional tersebut masuk dalam program pencanangan pemerintah dalam 'Indonesia Spice Up the World.'

kumparan post embed

Ria Musiawan, Ketua Umum IGC mengungkapkan rencana awal pembuatan museum ini berupa museum fisik. Kendati masih di tengah pandemi, Komite Museum Internasional (ICOM) merilis data dampak wabah COVID-19, telah memaksa 90 persen dari 85 ribu museum di seluruh dunia tutup sehingga tidak bisa dikunjungi.

Peluncuran Museum Gastronomi Indonesia (MGI) Virtual Foto: Dok. Istimewa

Kemudian, para inisiator pun mengubah strategi dengan meluncurkan museum virtual. Kehadiran MGI secara virtual diharapkan dapat diakses secara mudah melalui smartphone atau gawai personal, tidak hanya bagi masyarakat Indonesia; tapi dunia dengan jam buka kunjungan 24 jam dalam seminggu, bahkan hingga sepanjang tahun.

Melalui proses persiapan selama setahun akhirnya museum gastronomi virtual ini resmi diluncurkan. Kumparan pun sempat mengunjungi website MGI. Dengan tata pamer experience 360 derajat, kami bisa merasakan sensasi memasuki sebuah gedung museum putih bertuliskan "Museum Gastronomi Indonesia".

Cukup dengan meng-klik panel pada pintu kaca, kemudian kami dibawa masuk ke dalam ruangan beranda museum yang syarat akan nuansa pasar tradisional. Museum ini juga dilengkapi iringan alunan ilustrasi musik tradisional.

kumparan post embed
Peluncuran Museum Gastronomi Indonesia (MGI) Virtual Foto: Dok. Istimewa

Terdapat tujuh zona yang secara bertahan dapat user kunjungi. Mulai dari zona A (beranda), zona B (tumpeng sebagai makanan perlambang), zona C (rempah dan bumbu), zona D (ragam makanan dan minuman Nusantara), zona E (dapur pawon), zona F (e-library), dan zona G (laut dan makanan masa depan Indonesia).

Lantaran diluncurkan bertahap, saat kami akses, baru tiga zona yang dapat dikunjungi. Namun, menjadi menarik lantaran animasi dibuat seperti menyerupai suasana asli. Misal, zona tumpeng yang membawa kami bak memasuki dapur tradisional. Dilengkapi animasi tungku dan tumpukan bumbu masakan dalam sebuah dapur, tempat memasak tumpeng.

Pada jendela dapur, kami bisa mengakses dengan mengklik gambar tiap tumpeng. Saat diklik, terdapat narasi kisah dari ragam jenis tumpeng khas Indonesia.

Peluncuran Museum Gastronomi Indonesia (MGI) Virtual Foto: Dok. Istimewa

Terdapat pula informasi mengenai tujuh lauk yang biasa hadir dalam seporsi tumpeng, hingga makna dari sajian perlambang antara makanan dan kekuasaan Tuhan itu. Dalam narasi museum MGI dituliskan, "tumpeng berbentuk kerucut menjulang melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa (Gardjito & Erwin, 2010:8)."

MGI akan dibangun secara bertahap dan organik. MGI virtual rencananya juga akan menjadi marketplace bagi industri UMKM penghasil bumbu makanan khas, serta kerajinan dari berbagai daerah.

Direktur Utama PT. Siji Solusi Digital, Dimas Fuady mengibaratkan museum ini sebagai pintu ke mana saja milik Doraemon. "Di mana user bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu daerah ke daerah lainnya lalu belajar tentang sejarah, asal usul, proses budaya, cerita tentang kekayaan gastronomi Indonesia langsung dari tempat asalnya, tanpa batasan ruang, borderless," tutupnya.

Nah, apakah kamu tertarik mengunjungi museum gastronomi virtual ini? Terlebih untuk kamu yang sudah rindu berwisata ke museum, mungkin ini bisa menjadi hiburan baru saat di rumah saja. Kamu pun bisa lebih menyelami kisah kuliner Indonesia yang merupakan dapur gastronomi terbesar di dunia.

kumparan post embed