Praktis! 5 Tips Menyimpan Tahu dan Tempe Biar Enggak Cepat Basi

Tahu dan tempe merupakan bahan makanan murah meriah, sehingga wajar keduanya selalu tersedia saat #dirumahaja. Dimasak jadi hidangan apa pun, bahan makanan dari kedelai ini akan terasa enak saja. Dibikin orek tempe, semur tahu, hingga balado juga sedap, bukan?
Meski sejatinya tergolong makanan fermentasi, tapi keduanya juga bisa basi, lho. Biasanya kalau tahu ditandai dengan bau asam menyengat, sementara tempe berbau apek.
Nah, supaya stok tahu dan tempe di rumah enggak cepat basi, berikut kumparan rangkum tips menyimpan makanan tersebut yang ternyata mudah, lho. Yuk, ikuti caranya berikut ini:
1. Simpan dalam wadah tertutup
Tahu dan tempe sebaknya disimpan dalam wadah kedap udara. Sebab, dilansir Earth Source Foods, tahu memiliki sifat yang sangat mudah menyerap bau layaknya spons. Untuk itu, simpanlah tahu dalam wadah yang tertutup.
Sedangkan tempe, biasanya sudah tertutup plastik atau daun pisang. Biarkan pembungkus tetap menyelimuti di permukaan tempe karena akan melindunginya dari air yang bisa menyebabkan tempe membusuk.
2. Rendam dalam air
Saat membeli tahu, biasanya olahan tersebut akan disimpan di dalam plastik lengkap beserta airnya. Nah, agar tahu tak cepat basi, tiriskan dan buang air tahu tersebut. Gantilah dengan air bersih bersuhu dingin hingga memenuhi wadah penyimpanan.
Sedangkan untuk tempe, bisa kamu rendam dengan air bumbu; yang terdiri dari bawang putih, kemiri, dan ketumbar lalu masukkan dalam wadah tertutup. Selain dapat mengawetkan, air rendaman akan membuat cita rasa tempe terasa lebih lezat tanpa perlu tambahan bumbu saat hendak diolah.
3. Ganti air rendaman tahu secara berkala
Khusus tahu agar enggak cepat asam, jangan lupa untuk mengganti air rendamannya, ya. Setidaknya, ganti air tersebut selama tiga hari sekali agar higienitas tahu tetap terjaga dan mencegahnya terkontaminasi oleh bakteri atau jamur. Selain itu, sebaiknya gunakan air minum yang sudah dimasak untuk merendam tahu.
4. Simpan dalam kulkas
Setelah direndam air dan ditempatkan dalam wadah bertutup rapat, masukkan keduanya ke dalam kulkas. Pastikan suhu kulkasmu normal, yakni di bawah 4° Celcius yang sesuai dengan standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Suhu yang dingin akan membuat proses fermentasi jamur terhambat, sehingga tahu dan tempe tidak akan mudah basi.
5. Belilah tempe mentah
Bila kamu pengin stok tempe di rumah lebih awet, pilihlah yang masih mentah. Ciri-ciri tempe mentah biasanya kedelainya belum terlalu menyatu.
Tempe mentah dapat disimpan lebih lama, baru kemudian bisa diolah saat sudah benar-benar matang. Perlu dicatat, untuk kamu yang membeli tempe mentah sebaiknya simpan saja dalam suhu ruang agar proses fermentasi tidak terhambat.
