kumparan
search-gray
Food & Travel26 Mei 2020 22:08

Puasa Syawal Bisa Bantu Cegah Kambuhnya Penyakit Pasca Lebaran

Konten Redaksi kumparan
Puasa Syawal Bisa Bantu Cegah Kambuhnya Penyakit Pasca Lebaran (1083238)
Ilustrasi Opor Ayam Foto: Flickr/bundaagnes
Lebaran memang menjadi momen spesial setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama kurang lebih satu bulan. Perayaan Hari Raya Idul Fitri ini kerap diwarnai dengan berbagai hidangan lezat, yang sebagian besar terbuat dari santan.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, di balik kenikmatan makanan berlemak dan bersantan tersebut, berbagai penyakit dan gangguan kesehatan mengintai. Apalagi, makanan bersantan saat Lebaran cenderung dipanaskan berulang kali, membuat kadar garam dan kolesterolnya meningkat.
Bila konsumsi makanan tak diperhatikan, penyakit-penyakit kronis seperti kencing manis, GERD, kolesterol, hingga darah tinggi bisa kumat. Bukan tak mungkin, kalau penyakit ini justru kumatnya lebih parah ketimbang sebelumnya.
Puasa Syawal Bisa Bantu Cegah Kambuhnya Penyakit Pasca Lebaran (1083239)
Ilustrasi hidangan lebaran. Foto: Shutterstock
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, penyakit-penyakit pasca lebaran ini sangat dipengaruhi oleh faktor makanan. Apalagi, penerapan physical distancing cenderung membuat gerak tubuh orang berkurang.
Lalu, bagaimana cara mencegah kambuhnya penyakit pasca Lebaran tersebut?
dr. Ari menjelaskan, sejatinya, puasa Syawal yang dilakukan sehari setelah Idul Fitri selama enam hari berturut-turut bisa jadi langkah pencegahan yang efektif. Dengan melakukan puasa Syawal, sistem pencernaan kita bisa menyesuaikan dengan keadaan pasca Lebaran.
ADVERTISEMENT
"Puasa Syawal bisa menjadi sebuah solusi, jadi kalau kita puasa full 30 hari lalu diberi jeda untuk makan saat Lebaran, kemudian nanti kita mulai lagi untuk puasa Syawal, itu salah satu solusinya," ungkap dr. Ari dalam dalam Live Instagram "Antisipasi Penyakit Pasca- Lebaran", pada Senin (25/5).
Puasa Syawal Bisa Bantu Cegah Kambuhnya Penyakit Pasca Lebaran (1083240)
Ilustrasi hidangan lebaran. Foto: Shutterstock
Selain itu, ia juga menambahkan, setelah melakukan puasa Ramadhan selama 30 hari, seharusnya kita bisa lebih mudah mempertahankan asupan makan seperti saat sedang berpuasa. Jumlah makan sehari-hari bisa dikurangi dari segi nasi atau lauk, untuk mempertahankan apa yang sudah didapatkan selama Ramadhan.
"Semisal sudah berhasil menurunkan berat badan selama Ramadhan, ya kita harus bisa mempertahankannya. Jangan sampai, berat badannya kembali naik lagi seperti semula," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white