Riset: Tingkat Konsumsi Junk Food Warga Inggris Tertinggi di Eropa

Tingkat konsumsi junk food masyarakat di Inggris, kini menempati posisi nomor satu. Di antara 9 negara besar di benua Eropa, Inggris menjadi negara dengan masyarakat paling gemar konsumsi makanan cepat saji.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Hello Fresh, perusahaan pengiriman kotak makanan, menemukan fakta bila masyarakat di Inggris menyantap junk food enam kali dalam sebulan. Alias, dua kali lebih banyak dibandingkan negara di benua Eropa lainnya.
Mengutip New Food Magazine, kelompok usia 16-24 tahun merupakan penyumbang terbesar pada lonjakan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi di negara tersebut. Lebih parahnya, rata-rata mereka bisa mengonsumsi makanan cepat saji sebanyak 11 kali dalam sebulan.
Ada 17 kota di Inggris yang masuk dalam daftar konsumsi tertinggi pada survei itu. Sebelumnya, dijelaskan pula bahwa rata-rata persentase kantong belanja masyarakat di sana terhadap makanan cepat saji sudah mulai menurun. Tapi, lonjakan tinggi datang dari usia 16-24, yang membuat persentase itu kembali meningkat.
Hello Fresh menambahkan mengenai ketergantungan konsumsi cepat saji berlebihan ini. Alasan utamanya, dikarenakan pengetahuan memasak masyarakat di sana sangatlah minim. Sebanyak 44 persen dari mereka, mengesampingkan pilihan makanan sehat, lantaran tak mengetahui bagaimana cara mengolahnya.
"Kurangnya pengetahuan memasak adalah faktor terbesar yang membuat mereka menggemari junk food. Terutama di kalangan generasi muda, tentu banyak dari golongan itu jadi lebih bergantung pada makanan satu itu," ungkap Mimi Morley, juru masak senior perusahaan Hello Fresh.
Alhasil, setengah populasi masyarakat Inggris membatasi asupan makannya. Lalu, lebih memilih beralih ke makanan cepat saji. Apalagi survei mengungkapkan, bagi kelompok usia 16-24 dan 25-34 tahun, persentase ketidakpahaman akan dunia memasak mencapai angka 57 persen.
Wah, tak disangka, ya, ternyata negara sekelas Inggris justru sangat bergantung pada hidangan cepat saji seperti junk food ini.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
