Kumparan Logo

Rutin Minum Kopi Ternyata Bikin Pencernaan Lebih Sehat

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raline Shah, Co-founder Kisaku. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Raline Shah, Co-founder Kisaku. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Kopi tak hanya sebatas minuman untuk meningkatkan semangat dan fokus. Dalam jumlah tertentu, kopi juga bisa memberikan beragam manfaat kesehatan lainnya. Mulai dari menjaga kesehatan pembuluh darah, meningkatkan memori, bahkan menjaga kesehatan hati dan melawan diabetes.

Bahkan, sebuah penelitian baru-baru ini juga menemukan, mereka yang kerap mengonsumsi kopi rupanya memiliki pencernaan yang lebih sehat.

Dalam studi yang dilakukan oleh Baylor College of Medicine di Houston, Texas tersebut, sebanyak 34 partisipan diminta menjalani pemeriksaan kolonoskopi dan endoskopi, untuk memastikan kesehatan usus mereka.

Ilustrasi kopi. Foto: Pixabay

Dilansir Medical News Today, para responden juga harus menjawab kuesioner untuk mengevaluasi konsumsi kopi harian mereka. Tingkat konsumsi kopi dibagi menjadi dua kategori.

Peminum kopi berat dengan jumlah konsumsi 82,9 miligram --setara dengan dua atau tiga cangkir sehari. Sementara peminum kopi rendah mengonsumsi kopi kurang dari 82,9 miligram.

Hasilnya, pencernaan para peminum kopi punya kadar bakteri baik seperti Faecalibacterium dan Roseburia yang lebih tinggi. Keduanya berperan dalam mencegah inflamasi pada tubuh.

Sementara, jumlah bakteri Erysipelatoclostridium yang ditemukan pada pencernaan peminum kopi juga lebih rendah. Jenis bakteri tersebut dapat menyebabkan sindrom metabolik, dan kerap dikaitkan dengan peningkatan glukosa usus kecil serta transporter lemak yang memicu obesitas.

Meski adanya bakteri E. ramosum dalam pencernaan tergolong wajar, namun dalam jumlah yang berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh.

Ilustrasi kopi Jawa Foto: Shutter Stock

Tim peneliti menyimpulkan, konsumsi kopi yang tinggi dapat dikaitkan dengan peningkatan kekayaan dan keberagaman mikrobiota usus. Jumlah bakteri anti-inflamasi juga semakin berlimpah, serta rendahnya jenis bakteri yang berpotensi berbahaya.

Hanya saja, belum diketahui secara pasti komponen di dalam kopi apa yang bisa memberikan dampak positif terhadap mikrobiota usus. Mereka menduga, kandungan kafein atau nutrisi lainnya pada kopilah yang memengaruhi metabolisme bakteri pada tubuh.

Jadi, tak ada salahnya untuk menyesap satu atau dua cangkir kopi setiap harinya, untuk mendapatkan berbagai manfaat kesehatannya.

embed from external kumparan