kumparan
16 Sep 2019 17:22 WIB

Sate hingga Es Buah, 7 Rekomendasi Kuliner Yogyakarta yang Legendaris

Mangut Lele Mbah Marto di Jogja Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Melancong ke Yogyakarta tentu harus mencicipi aneka kuliner andalannya. Sebagai salah satu provinsi favorit pelancong dalam dan luar negeri, mencari hidangan lezat di Jogja bukanlah hal sulit.
ADVERTISEMENT
Gudeg, nasi kucing, hingga kopi joss mungkin sudah sangat familier bagi pecinta kuliner Jogja. Tapi kuliner khas Kota Gudeg bukan hanya itu, lho!
Dari ujung ke ujung provinsi Yogyakarta, terdapat puluhan makanan tradisional yang tak kalah lezat. Bahkan tak sedikit pula yang telah melegenda dan jadi rujukan pecinta kuliner selama puluhan tahun.
Ini dia tujuh rekomendasi kuliner Yogya yang menyediakan sajian nikmat legendaris. Cocok nih, untuk kamu yang bosan dengan kuliner khas Yogyakarta yang itu-itu saja.
1. Sate Kere Beringharjo
Sate Kere di Pasar Beringharjo, Yogya. Foto: Toshiko/kumparan
Tak hanya dikenal sebagai pusat batik, Pasar Beringharjo juga menyimpan hidden gem berupa kuliner unik dan khas dari Jogja. Salah satunya sate kere Ibu Dasinah yang telah berjualan kurang lebih 30 tahun.
ADVERTISEMENT
Sate kere Ibu Dasinah terbuat dari potongan kikil atau gajih yang diberi bumbu bawang dan gula merah lalu dibakar hingga matang. Perpaduan bumbu gurih manis dan tekstur kenyalnya menghasilkan cita rasa sate yang sedap.
Harganya pun terjangkau, yakni hanya Rp 10 ribu untuk setiap tiga tusuk sate. Agar lebih lezat, biasanya sate kere yang gurih dan kenyal ini bisa disantap bersama ketupat atau talas kukus sebagai pendampingnya.
2. Brongkos Handayani
Brongkos Handayani. Foto: Toshiko/kumparan
Nasi brongkos bisa jadi pilihan bila kamu bosan menyantap nasi gudeg saat berlibur di Jogja. Nah, Brongkos Handayani yang berada tak jauh dari Alun-alun Kidul Yogyakarta bisa jadi pilihan tepat menikmati nasi brongkos.
Bagi yang belum tahu, brongkos adalah lauk berkuah santan dengan isian macam-macam, seperti daging sapi, koyor, tahu, telur, hingga kacang tolo. Sekilas, tampilannya mirip rawon namun berkuah lebih terang kecokelatan. Sedangkan rasanya cukup unik, yaitu perpaduan gurih, manis, dan pedas dari tambahan cabai rawit utuh.
ADVERTISEMENT
Seporsi nasi brongkos komplit di tempat makan yang telah ada sejak 1975 ini dijual seharga Rp 35 ribu per porsinya. Selain menu brongkos, di sini juga tersedia nasi rames, soto, hingga es campur segar.
3. Mangut Lele Mbah Marto
Mangut Lele Mbah Marto di Jogja Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Lokasinya yang tersembunyi tak membuat Mangut Mbah Marto sepi pembeli. Justru tempat makan yang telah ada sejak 56 tahun silam ini jadi salah satu tempat favorit untuk menyantap hidangan pedas di Jogja.
Ya, mangut di sini memang terbuat dari lele asap yang disiram bumbu cabai rawit. Dibuat secara tradisional dengan kayu bakar, rasa rempah dan cabai nan kuat berpadu pas dengan lele yang mengeluarkan aroma smokey nikmat.
Sajian di Mangut Lele Mbah Marto dijual dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 10 ribu saja per ekornya. Bila kurang kenyang, pengunjung juga bisa meminta tambahan gudeg atau tempe tahu kuah kuning. Cukup merogoh kocek Rp 25 ribu, seporsi mangut lele lengkap dengan nasi, gudeg, lauk-pauk, dan teh tawar sudah bisa kamu nikmati.
ADVERTISEMENT
4. Es Buah Pak Latip
Es Buah Pak Lantip. Foto: Toshiko/kumparan
Setelah puas berkeliling Kota Gudeg, paling nikmat memang meneguk segelas minuman menyegarkan. Tak perlu bingung, Es Buah Pak Latif bisa jadi pilihan untuk mendinginkan tenggorokan.
Bukan es buah biasa, keistimewaan es buah yang telah buka sejak 1985 ini terletak pada potongan sawo yang jadi campurannya. Selain potongan sawo yang legit, seporsi es buah di sini juga berisi cincau, kolang-kaling, kelapa muda, tape, alpukat, melon, dan nangka.
Semakin melimpah karena ditambah es serut, siraman gula jawa, dan susu kental manis cokelat. Meski isinya begitu menggunung, pembeli cukup merogoh kocek Rp 8 ribu per mangkuknya. Terjangkau, bukan?
5. Bakmi Jowo Mbah Gito
Bakmi Mbah Gito Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan
Bakmi Jowo Mbah Gito jadi salah satu tempat makan populer yang terkenal dengan bakminya yang nikmat. Saking populernya, jangan heran bila kamu antreannya selalu mengular, apalagi saat libur atau akhir pekan.
ADVERTISEMENT
Ciri khas menu-menu bakmi godog yang dibanderol Rp 20-40 ribuan di sini adalah aroma bawang putihnya yang cukup kuat. Sedangkan rasanya gurih dan agak manis. Tapi bila ingin bakmi yang pedas, tempat makan ini juga menyediakan potongan cabai rawit segar yang bisa dicampur ke dalam bakmi.
Menariknya lagi, proses memasaknya pun masih tradisional, yakni dimasak satu per satu menggunakan tungku tradisional dari tanah liat. Proses masak ini membuat aroma bakmi godog semakin harum dan pastinya menggugah selera.
6. Sate Kambing Sor Talok
Sate Kambing Sor Talok di Yogyakarta Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Pertama kali dibuka pada 2007 lalu, Sor Talok bisa dibilang sebagai salah satu warung sate favorit pelancong. Bahkan meski tempatnya cukup jauh dari pusat kota, Sate Kambing Sor Talok yang ada di Bantul ini hampir tak pernah sepi pembeli.
ADVERTISEMENT
Potongan daging kambingnya yang besar dan tidak prengus jadi keunggulan sate di sini. Uniknya lagi, potongan daging kambing dibakar menggunakan tusukan dari besi atau jeruji sehingga tidak mudah patah.
Dijual Rp 45 ribu lengkap dengan nasi dan minuman, tekstur empuk dan aroma rempah yang segar pada sate ini memang sangat menggugah selera. Selain menyediakan sate, tempat makan ini juga menyediakan menu lain seperti tengkleng hingga tongseng yang tak kalah nikmatnya.
7. Enthok Slenget Kang Tanir
Kuliner Yogyakarta tak melulu bercita rasa manis. Di rumah makan Enthok Slenget Kang Tanir, kamu bisa menikmati sajian nikmat yang bisa membakar lidah.
Sesuai namanya, tempat makan di daerah Sleman ini menyajikan menu dari enthok atau itik sebagai andalannya. Ada dua menu yang bisa dipesan, yaitu enthok slenget yang terbuat dari potongan daging itik dan balungan atau tulang enthok.
ADVERTISEMENT
Disajikan dengan kuah berempah berwarna merah, seporsi enthok slenget dan balungan slenget pedas lengkap dengan nasi dan minuman dibanderol mulai Rp 27-30 ribuan saja. Bagi yang tidak suka pedas tak perlu khawatir, warung makan berkonsep lesehan ini juga menyediakan menu enthok yang tidak pedas, kok.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan