Tak Pandang Usia, Para Lansia Jadi Barista di Starbucks

Usia lanjut memang bukanlah suatu penghalang untuk tetap produktif, setidaknya itulah yang dilihat oleh gerai kopi raksasa di dunia, Starbucks. Baru-baru ini, perusahaan minuman tersebut tengah melakukan sebuah gebrakan baru.
Di kedai kopi terbarunya yang berlokasi di Mexico City, alih-alih mempekerjakan para barista dan pelayan muda seperti di kedai-kedai miliknya, mereka justru memberikan kesempatan tersebut kepada lansia. Ya, pegawai yang bekerja di gerai Starbucks Mexico City tersebut seluruhnya berusia 55 hingga 60 tahun ke atas.
Sungguh pemandangan yang tak biasa, para lansia meracik kopi, menyajikan, hingga melayani para pembeli. Menariknya, mereka juga dilatih terlebih dahulu oleh barista-barista muda sebelum benar-benar memegang kendali terhadap outlet itu.
Dilansir Today, langkah yang diambil oleh Starbucks bukanlah tanpa alasan. Perekrutan pegawai berusia lanjut dilakukan untuk mendorong terbukanya peluang kerja yang lebih besar bagi para orang tua, yang kerap menjadi salah satu isu sosial, terutama di negara berkembang seperti Meksiko.

Telah dibuka sejak Selasa (28/8) lalu, Christian Guirra, Direktur dari Starbucks Meksiko menjelaskan, gerai ini merupakan gerai pertama di Meksiko dan Amerika Latin yang mempekerjakan manula. Saat ini, telah terdapat kurang lebih 65 pegawai lansia di antara 7000 total pegawai Starbucks Meksiko, dan akan ditingkatkan lagi menjadi 120 orang pada akhir tahun.
“Butuh waktu selama dua tahun untuk menemukan skema terbaik dalam berkontribusi terhadap komunitas lansia di Meksiko, memberi kesempatan bagi para barista lansia bukanlah tujuan kami, melainkan perwujudan dari filosofi Starbucks sendiri,” terang Guirra.
Tentunya, perlakuan yang diberikan kepada pegawai lansia pun berbeda, mengingat usia mereka tak lagi muda. Sebisa mungkin, outlet yang menjadi tempat mereka bekerja hanya terdiri dari satu lantai, dan rak yang digunakan pun memiliki ukuran lebih pendek sehingga memudahkan pekerjaan mereka.

Tak hanya itu, jam kerja yang diberlakukan pun lebih singkat, yakni hanya 6,5 jam setiap harinya, dengan dua hari libur selama satu minggu. Dan, tak ketinggalan, asuransi medis yang disediakan oleh perusahaan.
Guirra mengungkapkan bahwa merekrut pegawai lanjut usia tidaklah mudah, karena ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, salah satunya adalah meningkatkan kesadaran para pembeli saat berinteraksi dengan orang-orang lanjut usia, apalagi sebagian besar pelanggan Starbucks merupakan anak muda.
Dengan adanya gebrakan baru tersebut, Starbucks bukan hanya meningkatkan produktivitas dan membantu ekonomi para lansia, namun juga menciptakan sebuah hubungan interaksi yang menarik di antara kalangan usia tua dan muda.
Bagaimana menurutmu?
