Kumparan Logo

Tiga Chef Indonesia Sulap Tempe Jadi Hidangan Gourmet Fine Dining

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adhitia Julisiandi, Ragil Imam Wibowo, dan Philip Walasary Foto: dok.istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Adhitia Julisiandi, Ragil Imam Wibowo, dan Philip Walasary Foto: dok.istimewa

Tempe kerap disantap sebagai menu makanan rumahan sehari-hari. Olahan kedelai ini dikenal sebagai makanan yang merakyat karena harganya yang terjangkau, dengan cita rasa nan nikmat.

Bukan itu saja, tempe juga kaya akan manfaat kesehatan. Karena teksturnya yang legit, makanan ini juga biasa dijadikan sebagai pengganti daging.

Nah, kira-kira, apa jadinya bila tempe disajikan sebagai menu mewah di restoran fine dining?

Makanan tradisional Nusantara ini disulap menjadi kreasi nan unik oleh tiga chef Indonesia; Adhitia Julisiandi selaku Chef de Cuisine 1945, Ragil Imam Wibowo, Executive Chef dari restoran Gastronomi Nusa Indonesia dan Philip Walasary, Executive Chef dari TWG Tea Salon & Boutique.

Ketiganya memadu padankan tempe dengan berbagai bahan, mengubahnya menjadi sebuah hidangan gourmet nan lezat. Ada tujuh jenis tempe yang akan diolah oleh para chef; yaitu tempe kedelai, tempe jagung, tempe kedelai hitam, tempe kacang hijau, tempe kacang parang, tempe menjes, dan tempe kacang merah.

Lodeh tempe kulat pelawan Foto: dok.istimewa

“Makan malam kolaboratif ini akan menampilkan kreativitas para chef dalam menggunakan tempe tradisional untuk dieksplorasi sedemikian rupa, dan mengubahnya menjadi hidangan yang luar biasa," ujar Chef Adit seperti dikutip dari rilis yang kumparan terima pada Rabu, (14/11).

Delapan hidangan gastronomi berbahan utama tempe tersebut akan disajikan secara khusus dalam sajian makan malam yang dihelat pada Rabu, 20 November 2019 mendatang. Makan malam akan dimulai dengan menu amuse bouche oleh Chef Adhit, yang terdiri dari tempe bacem dengan gurita direbus dalam mayo pedas, disajikan dengan aging ikura, taoge, kerupuk sayuran dan tempe dust.

Selanjutnya, Chef Philip menghadirkan menu kohu-kohu dengan sentuhan yang unik. Berasal dari Maluku, kohu-kohu dianggap sebagai hidangan sehat, mirip dengan salad.

Chef Philip akan menggunakan kombinasi singkong kukus yang campur dengan ikan cakalang asap, kelapa parut dengan rempah, taoge, kacang panjang yang disajikan dengan granita "kuah ikan", ditaburkan remahan tempe untuk menambahkan tekstur renyah ke hidangan.

Brem cake Foto: dok.istimewa

Selanjutnya, para tamu akan disajikan "Dara Pecak Tempe" oleh Chef Adhit. Hidangan ini terdiri dari burung dara yang diolah dengan teknik memasak chargrilled.

Burung dara tersebut lalu disajikan dengan sambal pecak tempe, kemangi, dry hibiscus, lengkap dengan acar mentimun busa dan pengurangan saus kacang kedelai untuk memberikan rasa lezat yang kuat.

Sebelum hidangan utama, para tamu juga akan disuguhi lodeh tempe kulat pelawan oleh Chef Ragil. Kreasi itu akan menggabungkan tempe kedelai hitam organik dengan jamur kulat pelawan langka dari Belitung, yang dimasak dengan kaldu santan yang kaya rasa.

Chef Ragil juga akan menyiapkan hidangan utama daging pantolo masak bambu. Daging sapi dimasak dengan kacang hitam yang difermentasi, lalu disajikan dengan mashed tempe organik dan puding daun singkong.

Hidangan utama lainnya adalah lobster napinadar yang akan disiapkan oleh Chef Adhit. Lobster yang di butter poached, disajikan dengan emulsi star anise, disajikan dengan tempe, salsa dabu-dabu, kepiting mousse dan saus napinadar.

Lobster napinadar Foto: dok.istimewa

Makan malam ditutup dengan kreasi dessert dari Chef Philip; kue brem. Dessert tersebut terbuat dari kue beras hitam yang difermentasi, dipadukan dengan cokelat Bali yang di-infused dengan TWG Tea Poetic Star, spons tempe, dan disajikan bersama sorbet tape serta tjampolay syrup dengan tempe caramelized crumble.

Sederet menu eight-course berbahan utama tempe ini bisa dinikmati seharga Rp 688 ribu++ di 1945 Restaurant Fairmont Jakarta. Tertarik menjajal kreasi tak biasa dari tempe?

embed from external kumparan