5 Berita Populer: Erin soal Nama Taulany; Ammar Zoni Balik Nusakambangan
ยทwaktu baca 5 menit

Erin soal nama Taulany yang masih jadi nama belakang di akun IG miliknya menjadi berita populer di hari Sabtu (9/5).
Ammar Zoni dikembalikan ke Nusakambangan juga menjadi sorotan.
Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
Masih Gunakan Nama Taulany di Akun Instagramnya, Erin: Sedang Proses Pengubahan
Drama di balik nama Instagram mantan istri Andre Taulany, Erin, memang lagi jadi buah bibir. Meski sudah tak lagi menyandang nama Taulany secara resmi, Erin masih menggunakan nama tersebut di akun pribadinya.
Erin ternyata sudah berupaya keras untuk mengubahnya sejak September lalu. Prosesnya harus sampai ke pihak Meta Internasional, mengingat nama itu dulu diproses langsung oleh pihak Andre.
Erin menegaskan bahwa ia terus berjuang agar namanya bisa segera diganti. Bahkan, ia sudah menyiapkan nama baru yang lebih personal: Erin Anthony. Anthony sendiri adalah nama sang ayah, yang juga dipakai oleh adik dan kakaknya. Ini jadi bukti kalau Erin memang serius "move on" dari nama Taulany.
Sang kuasa hukum, Sunan Kalijaga, ikut buka suara dan menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak ada niat untuk tetap mempertahankan nama belakang Andre. Ini hanyalah masalah teknis yang memakan waktu.
Erin Soroti Foto Anaknya Diunggah Mantan ART ke FB dan Diberi Caption 'Suamiku'
Mantan istri Andre Taulany, Erin, resmi melaporkan mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan ini terkait dugaan pelanggaran Perlindungan Data Pribadi setelah Herawati merekam dan mengunggah privasi keluarga Erin di media sosial pribadinya. Salah satu poin yang bikin Erin naik pitam adalah unggahan foto anaknya yang diberi caption tak senonoh.
Bayangkan saja, foto putra Erin, Ardio Raihansyah Taulany, diunggah ke Facebook dengan caption 'Nemenin suamiku masak dulu, mana habis cukur rambutnya, aw gantengnya maksimal'. Tentu saja Sunan Kalijaga, kuasa hukum Erin, mempertanyakan maksud dari caption tersebut karena dinilai sangat tidak pantas. Selain itu, Herawati juga mengunggah foto pakaian milik putri Erin, Arlova Carissa Taulany, yang dipakainya. Hal ini tentu membuat Erin sebagai ibu merasa sangat tidak nyaman dan privasi keluarganya terganggu.
Erin menceritakan bahwa anak-anaknya awalnya tidak tahu menahu soal unggahan tersebut, baru sadar setelah persoalan ini viral. Mantan ART memang sering meminta foto bersama anak-anak selama tiga minggu bekerja di rumah Erin, namun Erin merasa hal itu sudah mengganggu. Walaupun sudah beberapa kali ditegur, Herawati hanya merespons 'iya Bu, iya Bu' tanpa ada perubahan.
Ammar Zoni Kembali Ditempatkan di Lapas Super Maksimum Security Nusakambangan
Ammar Zoni akhirnya kembali dikembalikan ke Lapas Super Maksimum Security Karang Anyar Nusakambangan bersama empat terdakwa lainnya dalam kasus peredaran narkoba di dalam rutan. Pemindahan ini dilakukan pada Jumat (8/5) malam sekitar pukul 23.55 WIB dari Lapas Narkotika Jakarta.
Dilakukan dengan prosedur ketat yang melibatkan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pengawalan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ditjenpas, TNI, dan Polri. Ammar tiba di Nusakambangan pada Sabtu (9/5) pagi dan langsung menjalani proses administrasi penerimaan, termasuk tes urine dan pemeriksaan kesehatan, sebelum akhirnya menempati sel tahanan. Penempatan mereka di Lapas Super Maksimum Security ini memang sesuai dengan SOP yang berlaku untuk kasus-kasus serius.
Dengan keputusan untuk tidak mengajukan banding terhadap vonis 7 tahun penjara yang diterimanya, Ammar Zoni kini harus menjalani konsekuensi atas perbuatannya di salah satu lapas dengan keamanan paling ketat di Indonesia.
Sebelum Bikin Laporan, Erin Komplain Perilaku Mantan ART ke Pihak Penyalur
Sebelum menempuh jalur hukum dengan melaporkan mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, terkait dugaan pelanggaran data pribadi, Erin ternyata sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini. Eks istri Andre Taulany ini mengaku sudah berulang kali menegur Herawati secara langsung atas perilakunya yang sering mengunggah privasi keluarga ke media sosial. Sayangnya, teguran itu hanya dijawab enteng dengan 'iya Bu, iya Bu' tanpa ada perubahan.
Tak hanya itu, Erin juga sudah melayangkan komplain kepada pihak penyalur ART. Ia bahkan meminta agar ART tersebut diganti, namun sayangnya komplainnya tidak mendapat respons yang baik. Hal ini membuat Erin merasa tidak ada pilihan lain selain membawa masalah ini ke ranah hukum. Ia pun menunjukkan bukti-bukti kuat, seperti unggahan Herawati di Facebook yang menampilkan dirinya mengenakan baju putri bungsu Erin, Lova.
Yang lebih parah lagi, Erin juga menunjukkan postingan Herawati yang mengunggah aktivitas putra sulungnya dengan caption 'Nemenin suamiku masak dulu, mana habis cukur rambutnya aw gantengnya maksimal'. Erin mengaku anak-anaknya pun sesekali komplain karena mantan ART sering meminta foto bersama, yang membuat privasi keluarga terasa sangat terganggu.
Venice Biennale 2026 Sajikan Kisah Armada Nusantara dari Danau Toba
Indonesia siap menggebrak panggung internasional di Venice Biennale 2026 dengan proyek keren bertajuk "Printing the Unprinted". Ini bukan sekadar pameran seni biasa, melainkan sebuah narasi epik yang menggabungkan sejarah, mitologi, dan imajinasi tentang pelayaran Nusantara di abad ke-15. Paviliun Indonesia akan menampilkan karya dari tujuh perupa lintas generasi, dikuratori oleh Aminudin TH Siregar.
Yang bikin merinding, seluruh karya seni di pameran ini berawal dari sebuah manuskrip fiksi yang menceritakan perjalanan besar armada Nusantara selama 14 tahun, mulai dari 1472 hingga 1486. Kisah ini dimulai dari Danau Toba, lalu menyusuri Sumatera Barat, Malaka, Gujarat, Laut Merah, hingga akhirnya mencapai Venesia dan Eropa Tengah. Armada ini terdiri dari tiga kapal imajinatif: Siboru Deak Parujar, Naga Padoha, dan Sahala ni Ombak, yang perjalanannya didokumentasikan oleh arsiparis fiksi Datu Na Tolu Hamonangan.
Narasi besar ini kemudian diterjemahkan menjadi 21 karya etsa yang dibagi dalam tujuh babak cerita. Ada kisah Raja Uti Marbun Pusuk yang divisualisasikan oleh Agus Suwage dengan nuansa spiritual dan diplomasi. R.E. Hartanto menyuguhkan cerita badai di Selat Hormuz, sementara Syahrizal Pahlevi membayangkan ulang peta dunia dengan Danau Toba sebagai pusat peradaban. Mariam Sofrina bahkan menggambarkan pertemuan unik pelaut Batak dengan masyarakat Venesia. Pameran ini bukan cuma tentang sejarah, tapi juga tentang bagaimana seni dan budaya bisa jadi jembatan untuk menegaskan posisi Indonesia di kancah global.
