kumparan
29 Maret 2019 20:02

Alasan Jhonny Iskandar Keluar dari OM PMR

Jhonny Iskandar. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) merupakan kelompok musik orkes yang aktif sejak tahun '80-an. Saat ini, OM PMR masih tetap berkarya dan beranggotakan lima orang personel, Yaitu Boedi Padukone (gitaris), Yuri Mahippal (mandolin + cuk), Imma Maranaan (basis), Harri Muke Kapur (mini drum), dan Ajie Cetti Bahadur Syah (perkusi).
ADVERTISEMENT
Ya, sang vokalis, si nyentrik Jhonny Iskandar, sudah tidak lagi menjadi bagian dari OM PMR.
Ketika ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jhonny mengungkapkan alasan dirinya hengkang dari grup tersebut. Ia menyebutkan alasannya adalah perbedaan prinsip.
"Seperti misalkan, ini blak-blakan, ya, PMR itu siapa, orang tahu asosiasinya itu Jhonny Iskandar ya, 'kan. Terus, Jhonny Iskandar solonya, ya, 'kan. Di situ, saya hanya minta lebihan 10 persen dari bagian rata-rata. Pantes, dong, karena apa? Yang 10 persen ini tidak juga saya ambil, tapi saya beliin alat segala macam," kata Jhonny Iskandar, Jumat (29/3).
OM PMR bergaya kasual Foto: Munady
"Bukan untuk nama pribadi, kemudian melejit, gitu. Tapi, mereka tidak setuju dan Alhamdulilah, kalian sudah hidup. Memang cita-cita saya untuk menghidupi kawan lama yang sama bujang, kecil, mendirikan ini grup. Berangkat bersama, akhirnya ada persimpangan jalan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Untuk nama OM PMR sendiri, Jhonny tidak mempermasalahkannya. Ia bersyukur rekan-rekannya itu tetap jalan. Meski tidak lagi bernaung dalam grup yang sama, Jhonny mengaku masih berteman dengan para personel.
"Seribu teman itu kurang, satu musuh kebanyakan. Saya kepengin lebih dari seribu temen, istilahnya begitu. Mereka Alhamdulillah tidak kesulitan, karena mereka sudah bekerja dan mereka tidak dilupakan," ujarnya
Penamapilan OM PMR di Bekasi Foto: Risky Andrianto
Untuk kegiatan saat ini, pelantun 'Bukan Pengemis Cinta' itu mengaku masih menerima tawaran bernyanyi.
"Masih (menyanyi), ngamen masih cuman yang mungkin jauh-jauh. Antar pulau, pulau Sulawesi, Kalimantan, Lombok, Bali. Mau yang jauh dari pada kita buang-buang duit untuk refreshing. Enakan yang jauh, harganya, cash lagi," tandas Jhonny Iskandar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan