Andrea Dian Sayangkan Sikap Orang-orang yang Remehkan Tenaga Medis

Aktris Andrea Dian dinyatakan positif COVID-19 pada pertengahan Maret lalu. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga minggu lamanya, Andrea dinyatakan sembuh.
Melalui siaran langsung di Instagram bersama Reza Rahadian, Kamis (16/4), pemain film Gangster ini berbagi pengalaman selama menjalani perawatan. Awalnya, Andrea sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta sebelum dinyatakan positif COVID-19.
Setelah mengetahui dirinya positif terjangkit virus corona, wanita 35 tahun itu menjalani perawatan di rumah sakit rujukan pemerintah yaitu RSAL Mintoharjo, sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Darurat Wisma Atlet sampai akhir masa perawatan.
"Kalau yang terakhir di Wisma Atlet sudah terpenuhi banget. Kami makan sehari tiga kali, dispenser ada di lorong, bahkan snack dan buah-buahan juga lengkap,” kata Andrea Dian.
Namun, pengalaman berbeda ia rasakan saat menjalani perawatan di RSAL Mintoharjo. Menurutnya, keadaan di sana belum siap karena masih proses transisi dari rumah sakit biasa menjadi rumah sakit rujukan pemerintah untuk menangani COVID-19.
"Jadi waktu pertama kali aku masuk di sana itu ya air masih kurang, masih berantakan. Makanan masih seadanya, cuma seiring waktu semua menjadi lebih baik di RSAL. Kesiapan dan jumlah tim medis sangat terbatas," ujarnya.
Andrea mengatakan bahwa kala itu job desk yang harus dikerjakan tenaga medis beragam. Tidak hanya sekadar merawat pasien saja.
"Tim medis itu kadang membantu harus nyiapin makanan pasien, periksa pasien. Perawat tugasnya emang merawat kita kan? Tapi karena kasus ini beda jadi dia bawa makanan iya, ngumpulin sampah-sampah kita juga iya. Kerjanya jadi banyak," beber Andrea.
Tenaga medis juga menggunakan APD lengkap. Sehingga tidak memungkinkan mereka untuk makan, minum hingga buang air dengan leluasa. Maka dari itu, ia menyayangkan jika masih ada orang yang terkesan meremehkan tenaga medis di situasi sekarang ini.
"Kalau membayangkan mereka tuh, gila ya mereka sampai mempertaruhkan nyawa mereka, waktu mereka buat kita. Tapi, masih aja ada orang-orang yang kayak ngerasa 'Ih lama banget sih kerjanya' masih meremehkan mereka, bahkan ada yang enggak menerima mereka di luar sana. Padahal jasanya mereka buat kita sekarang besar banget dan tidak bisa dinilai oleh apa pun," tutup Andrea Dian.
