Buku Kedua Belum Dicetak, Prilly Banjir Permintaan Tanda Tangan

Aktris Prilly Latuconsina akan segera merilis novel keduanya berjudul 'Fatamorgana' pada September 2018. Meski belum memastikan tanggal perilisan, namun Prilly sudah dibanjiri untuk mendatangani novel yang bisa dipesan melalui sistem pre-order itu. Bahkan, sebelum lembaran kertas tersebut dicetak menjadi sebuah buku.
Dalam unggahannya di Instagram, @prillylatuconsina96, Prilly berterima kasih kepada para penggemarnya yang sudah antusias dengan buku 'Fatamorgana'. Ia mengatakan, ini adalah pengalaman pertamanya menandatangani buku yang belum jadi.
"Waaaa!!! Harus tanda tangan sebanyak ini hahaha. Dan ini padahal bukunya belom jadi masih berbentuk halaman-halaman seperti ini. Makasih yaa buat kalian yang udah antusias banget sama buku Fatamorgana! Love you all!" tulis Prilly Latuconsina pada Kamis (6/9).
Perempuan berusia 21 tahun itu juga berpesan, agar para pembaca setianya itu kelak tak terbawa suasana saat membaca bukunya. Meski 'Fatamorgana' ditulis oleh Prilly, bukan berarti semua ide yang dituangkan merupakan pengalaman pribadinya.
"Aku hanya penulis yang mencoba menulis pengalaman FIA dengan kumpulan kata yang tersusun menjadi puisi dan cerita. Di buku ini juga ada beberapa yang di modifikasi menjadi adegan yang lebih menarik. So, nikmati saja karyanya tanpa sibuk menghakimi cerita siapa ini... Karya tulisan itu harus pake hati tapi bukan berarti dari hati." ucapnya.
Sebelumnya, Prilly juga telah mengeluarkan buku berjudul '5 Detik dan Rasa Rindu' pada 2017 lalu. Tahun ini, ia kembali merilis buku keduanya berjudul 'Fatamorgana' yang berisi tentang sekumpulan kisah di balik penggarapan puisi yang dibuatnya di buku pertama.
"Kalau puisi kan satu-satu, tapi ini aku jadiin satu kesatuan sampai akhirnya menjadi satu cerita," kata Prilly beberapa waktu lalu.
Kekasih dari Maxime Bouttier itu mengatakan, menulis puisi menjadi salah satu cara yang baik untuk meluapkan emosi. Adapun, cara lain yang bisa dilakukannya adalah menulis lagu. Namun, karena Prilly tak bisa melakukannya, ia memilih untuk menulis buku saja.
Jika buku '5 Detik dan Rasa Rindu' dapat dibuat selama hampir 2 bulan, namun untuk buku 'Fatamorgana' memakan waktu kurang lebih setahun. Prilly Latuconsina mengaku, kurangnya pengalaman menulis novel menjadi salah satu faktor penghambat penggarapan buku keduanya itu.
