Kumparan Logo

Catherine Wilson Akui Sempat Stres Berat saat Terjerat Kasus Narkoba

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers terkait penyalahgunaan narkoba yang dilakukan Catherine Wilson digelar di Polda Metro Jaya. Foto: Humas Polda Metro Jaya
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers terkait penyalahgunaan narkoba yang dilakukan Catherine Wilson digelar di Polda Metro Jaya. Foto: Humas Polda Metro Jaya

Catherine Wilson pernah melewati beberapa pengalaman tak menyenangkan dalam hidup. Dua di antaranya adalah perceraiannya dengan Achmad Muchlas Arofat di tahun 2013, dan terjerat kasus narkoba pada 2020.

Namun, menurut Catherine Wilson, ditangkap karena kasus narkoba lebih berat baginya daripada bercerai. Ia mengaku sampai stres karena harus dipenjara karena kasus itu.

Hal tersebut ia ungkapkan ketika menjadi bintang tamu di acara FYP yang dipandu oleh Irfan Hakim dan Raffi Ahmad.

Artis Catherine Wilson saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Rabu, (11/3). Foto: Ronny

"Titik terendah aku itu kejadian yang dua tahun lalu. Kalau berpisah, sedih, sih, tapi mau gimana lagi, aku dan mantan suami sudah berusaha yang terbaik, tapi jalannya lain," ucap Catherine Wilson.

Wanita yang akrab disapa Keket itu mengaku sangat drop saat terjerat kasus narkoba. Saking stresnya, berat badannya sampai bertambah banyak.

"Aku akui saja, jujur aku stres, aku stres banget. Aku berat badannya sampai nambah banyak itu aku stres," tuturnya.

embed from external kumparan

Pelampiasan stres Catherine Wilson saat itu adalah dengan mengonsumsi banyak makanan. Ia percaya hal tersebut bisa membuatnya lebih bahagia.

Meskipun begitu, aktris berusia 41 tahun itu bersyukur karena mentalnya tak ikut terganggu karena kasus tersebut.

"Makan kan bikin happy, ada endorfin bahagia. Daripada yang kena mental, down. Huh, stres banget. Alhamdulillah (bisa melewati itu semua)," ujarnya.

Pemain film Lewat Tengah Malam itu kemudian menyebutkan sosok yang membuatnya kuat dan mampu melewati cobaan hidup tersebut. Orang yang selalu menyemangatinya adalah keluarga dan sahabat dekat.

"Enggak jauh-jauh dari keluarga sendiri (yang menyemangati). Keluarga inti dan sahabat-sahabat aku. Mama, kakak aku, Kak Silvy," pungkasnya.