kumparan
13 September 2019 18:22

Cerita Denada Bikin 'Sekolah Ibu' untuk Shakira

Denada
Denada saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
Anak semata wayang Denada, Shakira Aurum, kini tengah berjuang melawan penyakit leukimia. Ia saat ini berada di Singapura untuk menjalani serangkaian perawatan intensif.
ADVERTISEMENT
Penyanyi berusia 40 tahun itu bercerita, di tengah perjuangan Shakira melawan leukimia, dia memiliki kemauan yang tinggi untuk belajar. Namun, pihak dokter belum mengizinkannya untuk bersekolah.
Maka dari itu, pelantun lagu ‘Bisa Gila’ ini membuatkan sekolah untuk sang anak di rumah, yang diberi nama ‘Sekolah Ibu’. Dia mengajar putrinya itu dari Senin sampai Jumat selama satu jam.
Denada bersama anaknya, Shakira Aurum
Denada bersama anaknya, Shakira Aurum. Foto: Instagram/@denadaindonesia
“Aku ajarin dia sendiri. Aku punya satu corner, kita buat situasinya seperti di sekolah, di sana ada meja dan kursi, she is excited,” ujar Denada saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).
Meski hanya sekolah di rumah, Shakira memakai seragam dan sepatu yang telah disiapkan oleh pemilik nama Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ini.
ADVERTISEMENT
“Kalau mau dia main ibu-ibuan, dia bisa belaga pakai sepatu itu. Dia pakai backpack dia, (Shakira bilang) ‘assalamualaikum, Miss’,” ucap Denada.
“Dia panggil aku Miss, dia enggak panggil aku ibu saat sekolah itu. ‘Good morning, Miss’, dia bilang, ‘My name is Shakira, and I'm one of your student,” sambungnya.
Di ‘Sekolah Ibu’, mantan istri Jerry Aurum ini mengajarkan pelajaran yang biasa diberikan ke anak TK, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, menulis, membaca, matematika, dan mengaji.
Kegiatan tersebut dimanfaatkan oleh Denada untuk menyemangati dan mengobati hati Shakira.
“Kalau dia ditanya orang, ‘Shakira sudah sekolah?, ‘sudah kok, aku sudah sekolah, sekolahnya ‘Sekolah Ibu’. Paling enggak, dia enggak kecil hati karena dia belum sekolah,” pungkas Denada.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan