kumparan
10 Oktober 2018 16:41

Cerita Soleh Solihun Jadi Iskak di Film ‘Lagi-lagi Ateng’

Soleh Solihun
Soleh Solihun. (Foto: Munady Widjaja)
Aktor Soleh Solihun terlibat dalam film ‘Lagi-lagi Ateng’. Di film garapan Monty Tiwa ini, ia berperan sebagai Iskak. Iskak dan Ateng merupakan dua legenda komedian Indonesia.
ADVERTISEMENT
Awal mula Soleh bisa bergabung di film ‘Lagi-lagi Ateng’ karena mendapat tawaran langsung dari produser film tersebut, Manoj K. Santani. Pria berusia 39 tahun itu menerimanya karena memang menyukai sosok Ateng dan Iskak.
“Saya suka sama sosok Ateng, Iskak, ya saya terima,” kata Soleh Solihun saat ditemui di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).
Sosok Monty juga menjadi alasannya menerima tawaran bermain film ‘Lagi-lagi Ateng’. “Saya tahu kalau Monty, dia jago kalau di (film komedi dan drama),” ucap Soleh.
Pada awalnya, pemain film ‘Reuni Z’ itu merasa terbebani ketika memerankan Iskak. Bagi dia, memerankan karakter rekaan jauh lebih mudah dibanding tokoh nyata.
Meski begitu, Soleh akhirnya bisa mengatasi masalah yang dihadapinya. Ia merasa lega setelah memegang restu dari keluarga Iskak. Selain itu, Soleh merasa bersyukur karena Monty tidak menuntut dirinya supaya bisa sepenuhnya menjadi sosok Iskak.
Soleh Solihun
Soleh Solihun. (Foto: Munady Widjaja)
Memperoleh kebebasan dari sang sutradara, pemain film ‘Hangout’ itu akhirnya mencoba untuk menerjemahkan karakter Iskak berdasarkan interpretasinya.
ADVERTISEMENT
“Enggak mungkin Soleh 100 persen jadi Iskak. Monty kasih kebebasan sama saya. Ini juga kita namanya tribut untuk Ateng, Iskak. Jadi, ini adalah interpretasi seorang Soleh Solihun terhadap sosok Iskak,” tutur Soleh.
Ketika bermain di film ‘Lagi-lagi Ateng’ yang rencananya tayang pada tahun 2019, penulis buku ‘Majelis Tidak Alim’ itu mencoba menerjemahkan cara tertawa Iskak. Ia menyadari gaya ketawanya Iskak tidak mungkin bisa ditiru 100 persen. Meski begitu, Soleh berupaya memberikan yang terbaik.
“Kayak kita bikin lagu, mendaur ulang, kan enggak mesti sama plek-plekan. Kalau sama banget buat apa didaur ulang,” tandas Soleh Solihun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan