Kumparan Logo

Christian Sugiono Berbagi Pandangannya soal Pendidikan Indonesia

kumparanHITSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Christian Sugiono (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Christian Sugiono (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Aktor sekaligus pendiri MalesBanget.com, Christian Sugiono, adalah salah satu tokoh masyarakat yang turut hadir dalam acara 'Pesta Pendidikan' dalam rangka merayakan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tiap tanggal 2 Mei. Usai gelar jumpa pers di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat, pemain film 'Catatan Akhir Sekolah' itu pun bercerita tentang awal keterlibatannya dalam acara tersebut.

Christian mengaku, ia diajak oleh penggagas 'Pesta Pendidikan', Najelaa Shihab, yang ia kenal sejak dua tahun lalu. Ia pun diundang ke acara yang sama di tahun 2016 ketika acara ini pertama kali digelar. Tapi sayang, ia tak dapat menghadiri acara itu karena jadwalnya yang padat.

instagram embed

Keterlibatan suami Titi Kamal dalam 'Pesta Pendidikan' ini dikarenakan dirinya memiliki kekhawatiran yang sama dengan Najelaa mengenai pendidikan Indonesia. Ia berujar bahwa ia ingin mendukung pendidikan di negaranya dalam bidang teknologi. Tapi, hasilnya belum terlihat hingga kini.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman, skill, dan motivasi, saya bisa membantu pendidikan indonesia agar (orang-orang dapat) ter-digitalisasi dengan baik," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, pria berusia 36 tahun itu juga berbagi pandangannya mengenai pendidikan Indonesia.

Baca juga:

Najelaa Shihab Ungkap Tiga Tujuan Penyelenggaraan Pesta Pendidikan

Festival Publik Pesta Pendidikan 2017 Sukses Digelar di Empat Kota

Merdeka Belajar: Jadi Pendidik, Dulu dan Sekarang

Pesta Pendidikan 2017. (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pesta Pendidikan 2017. (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Menurutnya, pendidikan Indonesia hingga saat ini hanya sebatas transfer ilmu dari guru ke murid. Sedangkan teknik penerapan dan contohnya masih kurang. Murid hanya sebatas baca buku yang kemudian dituang ke dalam kertas ujian dan mendapat nilai dari tes tersebut.

"Jadi, value dan nilai dari argumentasi atau opini dari murid itu tidak dinilai. Karena kalau kita berargumen dengan pengajar, itu bisa dilihat kurang baik," kata bintang film 'Jomblo' itu.

X post embed

Ia berharap, hal tersebut dapat diubah untuk ke depannya dan masyarakat Indonesia yang masih sekolah bisa menjadi lebih kritis.

"Biar tidak kalah dengan negara lain, terutama di Asia dulu," ucapnya menutup perbincangan.