Dari Kreator Konten ke Sirkuit, Jerhemy Owen Jajal Balap di Mandalika
·waktu baca 2 menit

Jerhemy Owen kembali menunjukkan sisi lain dari dirinya. Di tengah kesibukannya sebagai kreator konten yang kerap mengangkat isu sosial dan lingkungan, Owen kini menjajal dunia balap.
Pada 1–3 Mei lalu, Owen turun langsung di ajang Mandalika Festival of Speed 2026 (MFOS). Ia tak sendiri, sang kekasih Erika Richardo turut mendampinginya. Keduanya bergabung di bawah tim Sekuya Evos Racing dan berpartisipasi dalam kategori Radical Time Attack, sebuah format balapan yang menitikberatkan pada catatan waktu terbaik dalam satu lap.
Perjalanan Owen ke lintasan balap ternyata tidak terjadi begitu saja. Ia mengaku awalnya hanya iseng mencoba go-kart atas ajakan Erika. Namun, dari pengalaman sederhana itu, rasa penasarannya justru berkembang.
“Awalnya diajak Erika untuk coba go-kart yang lebih serius. Dari situ mulai latihan terus, sampai akhirnya masuk ke tahap yang lebih profesional,” ujar Owen dalm keterangan resminya.
Seiring berjalannya waktu, Owen menyadari bahwa dunia balap profesional memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar bermain go-kart. Mulai dari karakter kendaraan, kondisi lintasan, hingga tekanan mental yang tinggi menjadi hal baru yang harus ia hadapi.
Untuk mengimbanginya, Owen menjalani berbagai latihan intensif. Tak hanya fisik, ia juga mendalami teknik dasar balap seperti racing line, kontrol kendaraan, hingga pengambilan keputusan dalam kecepatan tinggi.
“Nggak bisa dipungkiri ini adalah sport yang ekstrem. Jadi kita harus hati-hati, profesional, dan sangat well-prepared,” tuturnya.
Dalam ajang ini, Owen juga berbagi lintasan dengan sejumlah pembalap berpengalaman seperti Senna Iriawan, Hana Burton, hingga Fandy Adianto. Alih-alih merasa tertekan, ia justru melihat kesempatan tersebut sebagai ruang belajar.
Bagi Owen, pengalaman ini bukan soal menjadi yang tercepat, melainkan tentang proses dan perkembangan diri. Hal itu terbukti dari pencapaian personalnya, di mana ia berhasil mencatat waktu terbaik 1 menit 56 detik selama kompetisi berlangsung.
Lebih jauh, pengalaman ini juga menjadi refleksi perjalanan Owen sebagai kreator konten. Ia merasa profesinya membuka banyak peluang untuk mencoba hal-hal baru yang sebelumnya tak terpikirkan.
Owen pun membuktikan bahwa menjadi kreator tidak hanya soal mengikuti tren, tetapi juga keberanian untuk berkembang dan mengeksplorasi minat di luar kebiasaan.
Meski tak pernah membayangkan akan terjun ke dunia balap, Owen mengaku kini mulai tertarik untuk mendalaminya lebih jauh. Namun, ia tetap menyadari bahwa motorsport adalah olahraga ekstrem yang membutuhkan kesiapan matang.
