Kumparan Logo

Dewa Budjana Sempat Berencana Buat Proyek dari Karya Sapardi Djoko Damono

kumparanHITSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sapardi Djoko Damono. Foto: Instagram/@damonosapardi
zoom-in-whitePerbesar
Sapardi Djoko Damono. Foto: Instagram/@damonosapardi

Dewa Budjana sempat berencana membuat proyek yang diangkat dari karya Sapardi Djoko Darmono. Hal itu diketahui dari unggahan Budjana di akun Instagram miliknya.

Gitaris GIGI itu mengatakan, dalam proyek itu juga melibatkan aktor senior Slamet Rahardjo.

"Rencananya 20 Maret lalu, kami berkolaborasi dengan Mas Slamet Rahardjo dan Mas Nano Riantiarno," tulis Budjana, Minggu (19/7).

Dewa Budjana 'GIGI' Foto: Instagram @dewabudjana

Budjana mengatakan, keterlibatannya dalam proyek itu atas permintaan dari Sapardi Djoko Damono. Selain Budjana, ada juga gitaris Tohpati yang terlibat.

"Pak Sapardi untuk melibatkan saya dan @tohpati merespons karya beliau 'Ditunggu Dogot'," tulis Budjana.

Kendati demikian, rencana itu tertunda. Hal ini lantaran pandemi virus corona yang melanda Indonesia.

Sapardi Djoko Damono. Foto: Dok. Indonesia Kaya

Budjana mengingat perkataan Slamet Rahardjo saat rapat. Aktor berusia 71 tahun itu mengungkapkan sempat merasa khawatir dengan Sapardi.

"Saya jadi inget saat rapat dengan seluruh pengisi acara, Mas Slamet Rahardjo berkomentar ...aku khawatir Mas Sapardi iki arep pamit. Ternyata Pak Sapardi hanya melewati “Hujan di bulan juni” dan pergi selamanya di bulan Juli," tulis Budjana.

kumparan post embed

Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Budjana juga menyampaikan ucapan duka atas kepergian Sapardi.

"Selamat jalan Sastrawan Legenda kita Bapak Sapardi Djoko Damono. RIP Sapardi Djoko Damono," tulis Budjana.

Sapardi Djoko Damono. Foto: Tio Ridwan/kumparan

Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7). Sastrawan kelahiran 20 Maret 1940 ini mengembuskan napas terakhir di RS Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan, pada pukul 09.17 WIB.

Salah satu perwakilan keluarga Sapardi, Nana, mengatakan penulis puisi Hujan Bulan Juni itu dirawat sejak 9 Juli lalu.

"(Meninggal) karena komplikasi," kata Nana kepada kumparan, Minggu (19/7).

Sapardi akan dimakamkan di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor. Pemakaman akan dilakukan usai ashar.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.