Kumparan Logo

Dory Harsa, Sosok Rupawan di Balik Permainan Kendang Didi Kempot

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dory Harsa foto: ist
zoom-in-whitePerbesar
Dory Harsa foto: ist

Popularitas Didi Kempot semakin bersinar belakangan ini. Tidak hanya bagi mereka penikmat musik campursari, tapi juga anak-anak muda di kota-kota besar.

Seiring dengan semakin seringnya Didi Kempot tampil, nama Dory Haryanto Saputra atau yang lebih dikenal dengan nama Dory Harsa juga menjadi salah satu yang kerap mendapat perhatian. Apalagi kalau bukan karena paras rupawan yang dimiliki pemain kendang Didi Kempot ini.

Dory Harsa sudah menjadi bagian dari panggung Didi Kempot sejak ia masih duduk di bangku SMA. Pria yang saat ini masih berusia 27 tahun ini mengawali kariernya sebagai pemain drum. Posisi kendang dipegang oleh ayahnya.

Dory Harsa foto: ist

Darah seni Dory Harsa memang turun dari orang tuanya. Ayahnya adalah pemain kendang senior di beberapa orkes dangdut dan menjadi pengiring Didi Kempot sejak lama. Sementara ibunya adalah penyanyi campursari.

Semenjak ayahnya memutuskan pensiun karena kondisi kesehatannya, akhirnya Dory dipercaya menggantikan ayahnya menjadi pemain musik inti untuk mengiringi Didi Kempot yang tergabung dalam Lare Jawi.

Dory juga sudah banyak mengisi acara dan sempat mengiringi kakak kandung Didi Kempot, musisi campursari pencipta lagu 'Joko Lelur', almarhum Sentot Selino.

Dory sempat memutuskan menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, berkat konsistensi dan kecintaannya pada seni budaya, hal itu membuahkan hasil dan membuatnya semakin dikenal seiring dengan melambungnya nama Sang Maestro Campursari, Didi Kempot.

Dory Harsa foto: ist

Tidak hanya bisa bermain kendang, Dory juga bisa bernyanyi. Sudah beberapa kali Dory diminta untuk tampil berdua dengan Didi Kempot.

Saat ini, Dory masih belajar untuk menggali potensi dirinya. Ia aktif mengaransemen ulang lagu-lagu Didi Kempot agar dapat ikut melestarikan musik Jawa.

Bahkan, di beberapa kesempatan, dia selalu menggunakan basa krama alus (bahasa Jawa halus) untuk memotivasi kaum muda agar bangga dengan budaya dan bahasa Jawa.

Dalam waktu dekat, Dory juga akan tampil di konser 'The Lord of Loro Ati' pada 6 Desember 2019 di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan.

Bagi para Sobat Ambyar yang ingin menyaksikan kepiawaian Dory Harsa dalam bermain kendang dan siap mengiringi ambyar-nya Sad Girl dan Sad Boy, tiket konser 'The Lord of Loro Ati' masih bisa didapatkan di GoTix Indonesia seharga Rp 350 ribu.

Dory Harsa foto: ist