Ernest Prakasa Apresiasi KPI yang Larang Stasiun TV Glorifikasi Saipul Jamil
·waktu baca 2 menit

Ernest Prakasa mengapresiasi langkah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melarang televisi melakukan glorifikasi terkait Saipul Jamil.
Saipul Jamil menjadi perbincangan setelah bebas dari penjara pada 2 September lalu. Banyak orang yang tidak setuju penyanyi dangdut berusia 41 tahun itu disambut meriah bak pahlawan di hari kebebasan dan langsung wara-wiri di layar kaca.
Ernest Prakasa Apresiasi Langkah KPI Larang Stasiun TV Glorifikasi Saipul Jamil
Soal larangan melakukan glorifikasi terkait Saipul Jamil, KPI sampaikan lewat surat pemberitahuan yang ditujukan kepada para direktur utama lembaga penyiaran, khususnya stasiun televisi.
“Gue pribadi mendengar kabar ini, mengapresiasi sekali langkah KPI yang sudah merespons fenomena ini dengan tegas,” kata Ernest Prakasa dalam akun Instagram miliknya, Senin (6/9).
Setelah adanya keputusan dari KPI, Ernest mengatakan, Saipul Jamil seharusnya sudah tidak lagi mengisi acara-acara program hiburan di televisi.
“Jadi, kita tidak lagi harus menyaksikan glorifikasi terhadap yang bersangkutan di program hiburan televisi swasta,” tutur Ernest.
Menurut Ernest, apresiasi sudah semestinya diberikan kepada KPI. Sutradara dan aktor berusia 39 tahun ini lantas mengungkapkan alasannya.
“Gue mengkritik hal-hal yang negatif, tapi kalau ada langkah-langkah yang positif, kita juga harus apresiasi supaya orang-orang yang melakukan hal positif ini juga semangat,” ucapnya.
Dengan begitu, Ernest mengatakan, pihak yang memperoleh apresiasi tersebut akan termotivasi untuk melakukan hal baik lainnya di kemudian hari.
“Kebayang enggak, sih, kalau misalnya lo melakukan sesuatu yang buruk, dikritik mulu, tapi giliran lo melakukan sesuatu yang baik, enggak ada yang peduli. Gue rasa capek dan enggak akan termotivasi untuk melakukan hal baik nantinya,” ujarnya.
Meski mengapresiasi, Ernest mengimbau KPI agar bisa lebih cepat dalam memberikan keputusan terkait suatu kejadian. KPI, kata dia, tidak perlu menunggu sampai kejadian tersebut viral.
“Saya mengapresiasi, tapi semoga lain kali rekan-rekan di KPI bisa lebih gercep lagi, tidak menunggu viral, ribut, baru diproses,” kata Ernest.
Meski begitu, Ernest merasa senang karena KPI setidaknya sudah bisa merespons keresahan masyarakat. Ini, menurutnya, merupakan sebuah langkah yang baik dari KPI.
“Punya peran yang konkret di hal-hal yang penting seperti ini. Bagus,” ucap Ernest.
Saipul Jamil mendekam di penjara karena terjerat kasus pencabulan dan penyuapan. Selain dikecam karena kebebasannya dari penjara disambut meriah, ada juga petisi agar ia diboikot dari TV dan YouTube.
