Kumparan Logo

Film Ain Usung Body Horror, Angkat Sisi Gelap Media Sosial

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Film Ain tayang 7 Mei. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Film Ain tayang 7 Mei. Foto: Dok. Istimewa

MVP Pictures bersama Manara Films menghadirkan film terbaru berjudul Ain. Disutradarai oleh Archie Hekagery, Ain hadir sebagai film body horror pertama di Indonesia.

Berbeda dari horor konvensional, film ini memadukan teror psikologis dengan transformasi fisik yang intens dan mengganggu, menciptakan pengalaman visual yang terasa lebih dekat, visceral, dan tidak nyaman bagi penonton.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor seperti Brittany Fergie, Putri Ayudya, Bara Valentino, Clara Kaizer, Cindy Purba, hingga Bea Random. Penampilan mereka yang intens dan emosional semakin memperkuat atmosfer teror yang dibangun dari awal hingga akhir film.

Mengangkat fenomena yang dekat dengan kehidupan modern, ‘Ain’ mengisahkan seorang beauty influencer dengan kehidupan yang tampak sempurna di media sosial. Namun di balik popularitas dan validasi yang ia terima, tersembunyi ancaman tak kasat mata, ain atau evil eye, energi negatif dari tatapan penuh iri yang dipercaya mampu membawa malapetaka.

Film Ain tayang 7 Mei. Foto: Dok. Istimewa

Apa yang awalnya berupa perhatian dan kekaguman, perlahan berubah menjadi teror nyata. Tubuh sang tokoh utama mulai mengalami perubahan mengerikan, hidupnya runtuh, dan dunia yang ia bangun di media sosial berubah menjadi mimpi buruk tanpa akhir.

Produser Raam Punjabi menyebut ‘Ain’ sebagai langkah berani dalam menghadirkan sesuatu yang berbeda di genre horor Tanah Air. “Film ini bukan sekadar menakutkan, tetapi juga menawarkan pendekatan baru yang relevan dengan kehidupan saat ini,” ujarnya.

Senada, Yudha Wirafianto menegaskan bahwa film ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak biasa. “’Ain tidak hanya bermain di rasa takut, tetapi juga menghadirkan ketidaknyamanan visual yang menjadi kekuatan utama body horror,” katanya.

Sementara itu, Archie Hekagery menekankan bahwa pendekatan body horror memungkinkan eksplorasi yang lebih mendalam terhadap perubahan fisik dan emosional karakter. "Kami ingin membuat horor yang terasa nyata secara fisik, bagaimana tekanan, energi negatif, dan rasa takut bisa ‘mengubah’ seseorang," jelasnya.

Dengan visual yang cukup mengganggu, atmosfer intens, serta pendekatan yang berbeda dari horor konvensional, ‘Ain’ digadang-gadang menjadi tonggak baru dalam eksplorasi genre horor Indonesia.

Film Ain dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.