Guilherme Ribeiro, Penari dengan "Dwarfism" yang Tenar di Media Sosial

Guilherme Ribeiro, 23, mulai menari sejak ia berusia 8 tahun. Namun, namanya baru tenar dalam beberapa tahun terakhir setelah tampil dalam acara TV di Brasil, Dance of the Dwarves --yang kurang lebih terjemahan bebasnya adalah “Tarian Kaum Kerdil”.
Ya, Ribeiro memiliki tinggi badan sekitar 118 cm. Ia, yang kini tinggal di Sao Paulo, telah memiliki kelainan pada tubuhnya sejak ia kecil. Ia mengidap apa yang dinamakan dwarfism, suatu kelainan hormonal di mana pengidapnya tidak mampu tumbuh tinggi seperti orang-orang lainnya. Pengidap penyakit tersebut hanya akan memiliki tinggi maksimal 1,2 hingga 1,4 meter.
Namun keadaan tersebut tak membuat Ribeiro patah arang. Ia tak pernah malu untuk menjadi dirinya sendiri. Ia kini justru menjadi bintang di jagat maya karena video-video tariannya yang menghibur. Video-videonya yang diunggah di Instagram dengan akun @tokinhooficial telah disaksikan ribuan kali oleh netizen di seluruh dunia.
“Aku sudah cinta menari sejak kecil. Ibuku memergokiku menari ketika aku masih 8 tahun. Dan aku saat itu memakai pakaian dalam perempuan,” ucap Ribeiro sambil tertawa, mengakui gaya yang kerap ia tampilkan telah lama ia pergunakan.
Meski terlahir di sudut kecil kota Bahia, Ribeiro punya mimpi yang luar biasa besar.
“Dulu aku datang ke ibu kota Sao Paulo untuk mendapatkan pekerjaan dan melakukan sesuatu yang jauh lebih berarti,” akunya seperti dikutip dari Associated Press.
“Aku sama sekali tak pernah terpikir akan memenangkan sebuah kontes di TV dan menjadi terkenal seperti sekarang,” kata Ribeiro yang punya 80 ribu pengikut di akun Instagramnya.
“Aku benar-benar suka menari karena itu adalah jiwaku yang sesungguhnya. Aku tak perlu peduli apa yang orang lain bilang,” jelas Ribeiro bangga akan apa yang ia lakukan. Gayanya yang penuh humor, enerjik, dan juga terus berusaha menginspirasi menjadi kecintaan netizen.
Meski punya sifat yang selalu positif dan berusaha menjadi inspirasi bagi banyak orang, Ribeiro mengaku kerap menerima komentar-komentar kasar dan kurang ajar dari akun-akun tak jelas di dunia maya.
“Tapi aku tak pernah peduli. Mereka hanya menginginkan apa yang telah kumiliki. Aku tak dendam, aku justru mendoakan supaya mereka mendapatkan apa yang telah aku miliki: pelita dalam hidup dan cinta kasih,” akunya.
“Aku orang yang selalu melihat ke depan dan suka tantangan. Hanya karena aku punya kelainan tubuh --yang mereka sebut dwarfism-- bukan berarti aku berbeda atau aneh seperti yang orang katakan. Kita semua sama saja,” ucapnya tersenyum.
“Tuhan tahu apa yang ada dalam hati kita,” tutupnya. Esensi manusia, baginya, hanya bisa dilihat dari apa yang ada dalam hatinya.
Dan mereka yang tengah terlihat menari selalu disangka gila oleh mereka yang tak mendengar alunan musiknya.
Amen.
