Hadirkan Sineas Internasional, SANFFEST 2026 Buka Peluang ke Forum Global

Perhelatan Santri Film Festival (SANFFEST) 2026 menghadirkan tiga sineas Internasional yang berasal dari Palestina dan Bosnia. Ketiga sineas tersebut ialah Ameen Nayfeh, sutradara dan penulis skenario asal Palestina, Faruk Lončarević, seorang sutradara, penulis skenario dan akademisi asal Bosnia dan Herzegovina, serta Ahmed Mansour, sineas dan sutradara film dokumenter Palestina.
Kehadiran para sineas Internasional itu ialah untuk memperluas wawasan serta mengembangkan bakat perfilman para santri di Indonesia. Ketua Komite SANFFEST 2026, Neno Warisman,
mengatakan bahwa para sineas Internasional itu juga menjadi stimulus bagi para santri untuk meraih mimpi mereka.
"Saya berprinsip langit itu kan tinggi sekali ya, jadi anak-anak nggak boleh cuma terbang rendah-rendah saja. Dia harus distimulasi, dia harus melihat langsung, makanya kita hadirkan sineas-sineas luar dari Palestina dan Bosnia," kata Neno dalam keterangannya.
Menurut Neno, para sineas dari luar negeri yang terlibat juga sangat mencintai dunia pendidikan. Hal ini terlihat ketika mereka ikut bertemu dengan para santri dalam sesi talkshow.
"Anak-anak juga menemukan perspektifnya menjadi lebih luas, itu seperti yang kita harapkan. Jadi lebih pada experiential learning jadinya, mereka berinteraksi," tutur Neno.
"Nanti, mereka harus berinteraksi dengan rules yang berbeda ya di luar negeri, misalnya, gitu. Ya itu nanti kita sedang, sedang baru merintis awal," tambahnya.
Neno mengatakan, interaksi dengan sineas internasional diharapkan dapat memperluas perspektif santri sekaligus membuka wawasan mengenai proses kreatif dan perbedaan lingkungan perfilman di berbagai negara.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal bagi santri untuk mengembangkan kemampuan dan menjajaki kesempatan belajar di tingkat global.
“Ini adalah awal untuk mencari bakat-bakat, kemudian meneguhkannya, dan akhirnya nanti kita antar mereka untuk bisa mengikuti forum internasional, workshop internasional,” kata Neno.
Mengusung tema The Verses in Motion, festival ini mendorong santri mengolah kisah-kisah Al-Qur'an menjadi karya film yang kreatif sekaligus mengangkat isu internasional. Neno mengatakan tema tersebut dipilih setelah penyelenggara melihat besarnya potensi santri pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
Kenalkan Santri pada Industri Film Internasional
Menurut Neno, festival ini menjadi sarana bagi santri generasi muda untuk mulai mengenal dunia internasional melalui proses kreatif dan pembelajaran perfilman. Neno menegaskan, pembuatan film tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan pemikiran kritis dan pemahaman terhadap isu yang diangkat.
“Kita kepengin mereka berpikir, jadi bukan sekadar comot,” ujar Neno dalam keterangannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ameen Nayfeh, sutradara peraih BNL People’s Choice Award dan terpilih sebagai perwakilan resmi Yordania untuk kategori Film Fitur Internasional di Academy Awards 2021 membagikan pengalamannya usai bertemu para santri.
Menurut Ameen, SANFEST menjadi wadah yang selalu dia impikan sejak pertama kali meniti karier. Platform ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta.
"Mereka sangat beruntung memiliki festival seperti SANFFEST ini. Dulu, saat saya masih berstatus pelajar, saya berharap ada pembuat film, terutama dari mancanegara yang datang mengunjungi kami. Jadi, menurut saya, mereka sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini," tuturnya.
SANFFEST 2026 Hadirkan 4 Kategori
Direktur Program SANFFEST 2026, Fadhli Sapawie, menyebut penyelenggaraan tahun ini dikembangkan lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya seiring besarnya antusiasme peserta dan dukungan pemerintah terhadap santri.
Penyelenggara juga melakukan evaluasi dengan membagi kompetisi ke dalam sejumlah kategori agar kesempatan berpartisipasi lebih terbuka.
Kategori pertama adalah Santri Pelajar yang diperuntukkan bagi santri hingga jenjang setara SMA atau madrasah aliyah sebelum lulus. Kategori kedua, Santri Umum, menyasar alumni pesantren dan santri pada jenjang pendidikan tinggi dengan batas usia maksimal 30 tahun.
Selain itu, SANFFEST 2026 turut menghadirkan kategori Santri Inklusi. Kategori ini mencakup nominasi Santri Inklusi Disabilitas, serta Santri Inklusi Wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
SANFFEST 2026 merupakan program yang didanai Dana Indonesia Raya melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dewan juri festival ini terdiri atas sutradara Fajar Bustomi, sinematografer Yudi Datau, aktris senior Niniek L. Kariem, serta aktor sekaligus sutradara teater Zak Sorga.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tersebut menyediakan total hadiah Rp415 juta untuk 15 nominasi penghargaan.
Dalam roadshow ke sejumlah pesantren di Indonesia, SANFFEST 2026 juga menggandeng aktor Mario Irwinsyah, Arie Untung, Ricky Harun, dan Syakir Daulay untuk memperkenalkan perfilman serta mendorong kreativitas santri.
